PONTIANAK — Deretan nama besar seperti Chinese Taipei, Inggris, Jepang, hingga Amerika Serikat akan hadir di Kalimantan Barat akhir Agustus 2026. Mereka tercatat sebagai peserta Polytron Pontianak International Challenge 2026, turnamen resmi Badminton World Federation (BWF) kategori International Challenge dengan total hadiah 20.000 dolar AS.
Selain Indonesia, sembilan belas negara lain turut mengirimkan wakilnya. Brunei Darussalam, Kanada, Prancis, Portugal, Slovakia, Singapura, Selandia Baru, Australia, Korea, India, Malaysia, dan Thailand melengkapi daftar peserta yang akan bertanding di GOR Terpadu Ahmad Yani.
Momentum Perkenalkan Pontianak ke Panggung Internasional
Joko Sularso menegaskan bahwa penyelenggaraan dua ajang sekaligus—Polytron Pontianak International Challenge 2026 dan Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026—menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah.
“Kehadiran atlet, pelatih, ofisial, dan tamu dari berbagai negara merupakan sebuah kehormatan sekaligus kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan Pontianak dan Kalimantan Barat kepada dunia,” ujar Joko saat konferensi pers di Hotel Aston, Jalan Gajahmada, Pontianak, Senin (24/8/2026).
Ia berharap seluruh rangkaian pertandingan berjalan aman dan lancar, serta memberi dampak positif bagi perkembangan bulutangkis di Kalbar.
Dampak Ganda: Poin Ranking BWF dan Inspirasi Atlet Muda
Bagi para pebulutangkis Indonesia, turnamen ini menjadi ajang mengumpulkan poin ranking BWF tanpa harus terbang jauh ke luar negeri. Atmosfer kompetisi internasional yang tercipta di kandang sendiri dinilai mampu menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda Kalimantan Barat untuk terus berkembang.
Joko memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkolaborasi mewujudkan dua ajang internasional ini. Ia menilai dukungan tersebut merupakan bukti keseriusan daerah dalam memperluas kompetisi berkualitas ke berbagai wilayah Indonesia.
Tiket Terjangkau, Penonton Dapat Voucher Makan
Masyarakat Pontianak dan sekitarnya bisa menyaksikan laga kelas dunia dengan harga tiket yang ramah kantong. Cukup membayar Rp 20 ribu, penonton sudah mendapatkan akses nonton langsung sekaligus voucher makanan dan minuman senilai Rp 10 ribu.
Kebijakan ini diharapkan mendorong antusiasme warga untuk memadati GOR Terpadu Ahmad Yani selama enam hari pertandingan, sekaligus menghidupkan sektor usaha mikro di sekitar venue.