Pencarian

Kebakaran Lahan di Belakang Terminal Nanga Pinoh, 2 Jam Satgas Karhutla Melawi Berjibaku Padamkan Api

Kamis, 20 Agustus 2026 • 22:15:32 WIB
Kebakaran Lahan di Belakang Terminal Nanga Pinoh, 2 Jam Satgas Karhutla Melawi Berjibaku Padamkan Api
Petugas gabungan memadamkan api di lokasi kebakaran lahan di belakang Terminal AKDP Nanga Pinoh, Rabu (19/8/2026) malam.

MELAWI — Kebakaran lahan yang terjadi di belakang Terminal Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), Desa Sidomulyo, Kecamatan Nanga Pinoh, memaksa tim gabungan Satgas Karhutla bekerja ekstra. Titik api pertama kali diketahui setelah laporan masyarakat masuk ke petugas pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kekhawatiran utama petugas adalah api yang bisa merambat ke permukiman warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Karena itu, begitu laporan diterima, sejumlah armada pemadam dari Damkar swasta BSPBK Nanga Pinoh langsung dikerahkan ke titik api.

Armada Damkar dan Personel Gabungan Dikerahkan ke Lokasi

Penanganan kebakaran tidak hanya mengandalkan satu instansi. Di lapangan, terlihat personel dari Taruna Siaga Bencana (TAGANA), BPBD Kabupaten Melawi, Manggala Agni, Satpol PP, hingga kepolisian bahu-membahu menjinakkan si jago merah.

Proses pemadaman berlangsung cukup alot. Petugas baru berhasil mengendalikan situasi sekitar pukul 21.40 WIB, atau sekitar 1,5 jam setelah laporan pertama diterima. Setelah api padam, tim masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang bisa memicu kebakaran susulan.

BPBD: Laporan Karhutla Hampir Masuk Setiap Hari

Kepala Bidang Kedaruratan Bencana dan Logistik BPBD Kabupaten Melawi, Rahmad Maulidin, mengungkapkan bahwa kejadian ini bukanlah kasus yang terisolasi. Dalam beberapa pekan terakhir, intensitas kebakaran lahan di wilayahnya meningkat drastis.

“Hampir setiap hari ada kejadian karhutla yang kami terima laporannya dari masyarakat. Setiap ada laporan, kami langsung berkoordinasi dengan seluruh instansi yang tergabung dalam Satgas Karhutla Kabupaten Melawi untuk mengambil langkah penanganan bersama,” ujar Rahmad kepada Jurnalis Suara Kalbar usai pemadaman berlangsung.

Pengamanan Permukiman Jadi Prioritas Utama

Rahmad menegaskan bahwa dalam setiap penanganan, aspek terpenting yang dikedepankan adalah melindungi warga. Menjaga jarak aman antara titik api dan area pemukiman menjadi faktor penentu dalam strategi pemadaman di lapangan.

“Yang menjadi prioritas utama adalah bagaimana api tidak sampai mengancam permukiman warga. Karena itu, setiap laporan yang masuk segera kami tindak lanjuti bersama tim di lapangan,” katanya.

Ia juga menyoroti peran aktif masyarakat sebagai kunci utama dalam mempercepat respons tim. Informasi yang cepat dan akurat dari warga dinilai sangat membantu petugas untuk melakukan intervensi sebelum api meluas ke area yang lebih luas.

Cuaca Kering dan Larangan Membakar Lahan

Peristiwa di belakang Terminal AKDP Nanga Pinoh ini menjadi pengingat lain akan bahaya karhutla di tengah kondisi cuaca yang kering. Satgas kembali mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun.

Warga diminta untuk segera melaporkan jika melihat titik api atau kepulan asap mencurigakan di lingkungan sekitar. Semakin cepat laporan disampaikan, semakin besar peluang petugas untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarakalbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks