Pencarian

IDI Pontianak Ingatkan Kabut Asap Ancaman Serius Kesehatan Anak, Orang Tua Diminta Waspadai Gejala Halus

Senin, 24 Agustus 2026 • 09:31:31 WIB
IDI Pontianak Ingatkan Kabut Asap Ancaman Serius Kesehatan Anak, Orang Tua Diminta Waspadai Gejala Halus
Dokter spesialis anak di Pontianak mengingatkan bahwa kabut asap merupakan ancaman serius bagi kesehatan anak.

PONTIANAK — Dokter spesialis anak di Pontianak, Kalimantan Barat, mengingatkan bahwa kabut asap yang hampir setiap tahun terjadi kini harus dipandang sebagai darurat kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok anak. Paparan polutan berbahaya yang terus berlangsung setiap kali anak menghirup udara tercemar dinilai menjadi risiko jangka panjang yang kerap terabaikan.

Pengurus IDI Kota Pontianak, dr. Rista Lestari, Sp.A., M.Sc., menyebut masyarakat sudah berulang kali menghadapi musim ketika langit tertutup asap, udara berbau menyengat, hingga aktivitas sekolah terganggu. Namun, cara pandang yang selama ini hanya mengaitkan kabut asap dengan kebakaran lahan atau kebijakan meliburkan sekolah dinilai perlu diubah.

“Kabut asap adalah persoalan kesehatan anak. Setiap kali seorang anak menghirup udara yang tercemar, ada paparan polutan berbahaya yang sedang berlangsung,” ujarnya, Minggu (23/8/2026).

Gejala Halus yang Sering Terlewat pada Anak

Dr. Rista menekankan bahwa anak-anak kerap tidak mampu mengungkapkan ketidaknyamanan yang dirasakan akibat kualitas udara buruk. Kondisi ini membuat orang tua harus lebih jeli terhadap perubahan perilaku yang mungkin tampak sepele.

“Bayi tidak dapat mengeluh, balita mungkin hanya menjadi lebih rewel. Anak yang lebih besar mungkin hanya mengatakan, ‘Aku capek’, tanpa menyadari bahwa napasnya mulai bekerja lebih keras,” jelas dokter yang juga pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kalimantan Barat itu.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menunggu munculnya batuk sebagai satu-satunya tanda. Perubahan pola pernapasan, penurunan tingkat aktivitas, nafsu makan, kemampuan minum, hingga perubahan perilaku yang tidak biasa harus menjadi perhatian serius selama musim kabut asap berlangsung.

Keputusan Sehari-hari Menentukan Besaran Paparan Polutan

Menurut dr. Rista, berbagai keputusan yang diambil saat kualitas udara memburuk sejatinya berkaitan langsung dengan perlindungan paru-paru anak. Membatasi aktivitas luar ruangan, memindahkan olahraga ke dalam ruangan, menutup jendela rumah, hingga memberikan perlindungan tambahan bagi anak dengan riwayat asma adalah bentuk intervensi nyata.

“Pada akhirnya, semua itu adalah keputusan tentang seberapa besar paparan yang akan diterima paru mereka,” katanya.

Masyarakat memang tidak bisa menghentikan anak-anak untuk bernapas. Namun, orang tua dan lingkungan sekitar tetap bisa mengambil langkah untuk meminimalkan paparan udara tercemar yang mereka hirup setiap hari.

Investasi Jangka Panjang bagi Generasi Mendatang

Dr. Rista berharap para pemangku kebijakan semakin serius menjadikan perlindungan kesehatan anak sebagai prioritas utama dalam setiap respons terhadap memburuknya kualitas udara. Ia menegaskan, kabut asap mungkin akan berakhir ketika hujan turun, tetapi perhatian terhadap dampaknya tidak boleh berhenti saat kondisi udara membaik.

“Kita sedang menjaga paru-paru yang akan mereka gunakan sepanjang hidupnya,” tutup dr. Rista.

Upaya menjaga kualitas udara hari ini dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi kesehatan generasi mendatang di Kalimantan Barat, bukan sekadar respons musiman terhadap bencana asap.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarakalbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks