KUBU RAYA — FRKP WB Vespa Lovers mengawali perayaan ulang tahunnya yang kedelapan dengan aksi sosial menyasar warga prasejahtera. Lima keluarga di Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sui Kakap, menerima paket sembako lengkap dengan uang tunai, Minggu (23/8/2026) sore.
Ketua FRKP WB Vespa Lovers, Fransiskus Renne Winarno, menyebut kegiatan ini merupakan wujud kepedulian komunitas terhadap lingkungan sekitar. “Ya, sore ini kami coba ikut meringankan lima keluarga di Sungai Rengas. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi keluarga yang menerimanya,” katanya.
Isi Paket Sembako dan Sumber Dana
Setiap keluarga menerima paket yang terdiri dari beras 10 kilogram, satu dus mi instan, dua liter minyak goreng, dua kilogram gula pasir, satu kilogram kopi, serta amplop berisi uang tunai. Bantuan ini dihimpun secara swadaya dari para anggota dan donatur.
Penasihat FRKP WB Vespa Lovers, Bruder Stephanus Paiman OFMCap, menegaskan bahwa dana kegiatan ini murni berasal dari donasi pribadi, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Baksos seperti ini sudah kami lakukan sejak tahun 2006 hingga saat ini. Asli dananya tidak berasal dari APBD tetapi dampaknya dapat dirasakan warga, khususnya wong cilik,” ungkapnya.
Mengapa Bantuan Ditujukan ke Sungai Rengas?
Pihak komunitas mengaku mendapatkan informasi mengenai adanya sejumlah keluarga yang membutuhkan uluran tangan di wilayah tersebut. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan menghubungi rekan-rekan sesama anggota untuk bersama-sama berdonasi.
“Segera saya hubungi beberapa kawan, Puji Tuhan akhirnya terkumpul sembako untuk lima keluarga,” pungkas Bruder Stephanus yang akrab disapa Plontos itu.
Harapan Penerima Bantuan
Salah satu penerima manfaat, Nurdiansyah Sahru, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan komunitas Vespa tersebut. Ia mendoakan agar para donatur senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki.
“Alhamdulillah, sore ini dapat bantuan dari bapak-bapak. Terima kasih pak, sehat selalu semoga Allah membalas rejeki bapak yang berlimpah,” ucapnya penuh haru.
Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk turut berbagi, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih bagi sebagian masyarakat. Sebelumnya, FRKP dan Vespa Lovers juga tercatat melakukan bakti sosial di Desa Retok yang terdampak aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Mandor.