PONTIANAK — Gubernur Kalbar Ria Norsan menyebut keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang hidup berdampingan di wilayahnya bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang harus dirawat. Hal itu disampaikannya saat membuka Seminar Kebangsaan bertema “Nilai Kebangkitan Nasional sebagai Cahaya di Tengah Pusaran Multikrisis Identitas Kebangsaan” yang digelar IKAL Kalbar, Rabu (4/6/2026).
“Saya merasa bangga karena daerah yang kita cintai ini merupakan miniatur Indonesia. Kalimantan Barat dianugerahi berbagai ragam suku, agama, budaya, dan bahasa yang hidup berdampingan dalam harmoni,” ujar Norsan di hadapan peserta seminar.
Generasi Muda Diminta Tak Sekadar Cerdas
Dalam sambutannya, Norsan secara spesifik menyasar generasi muda. Ia menekankan bahwa menjadi agen perubahan tidak cukup hanya dengan kecerdasan dan inovasi.
“Generasi muda harus mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya cerdas dan inovatif, tetapi juga memiliki integritas, karakter kebangsaan yang kuat, serta komitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan,” tegasnya.
Ia menambahkan, semangat Kebangkitan Nasional dan nilai-nilai Pancasila harus dijadikan pedoman untuk mewujudkan Kalimantan Barat yang adil, demokratis, religius, sejahtera, dan berwawasan lingkungan.
Apresiasi dari Mantan Menteri Energi
Ketua Umum DPP IKAL Lemhannas, Purnomo Yusgiantoro, yang turut hadir memberikan apresiasi atas terselenggaranya seminar tersebut. Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu menilai kegiatan serupa harus terus berlanjut.
“Saya ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kegiatan ini. Ini kegiatan yang sangat baik dan saya berharap tentu ini bukan yang terakhir, tetapi dapat terus berlanjut dari waktu ke waktu dalam rangka memperkokoh kita sebagai bangsa Indonesia melalui aktualisasi wawasan kebangsaan,” ungkap Purnomo.
Seminar yang digelar di Aula Garuda Kantor Gubernur Kalbar ini menjadi momentum penguatan wawasan kebangsaan di tengah isu perpecahan yang kerap muncul di ruang digital. Para peserta terdiri dari akademisi, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kepemudaan se-Kalimantan Barat.