PUTUSSIBAU — Lomba ngawai kerupuk basah menjadi salah satu daya tarik utama perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Putussibau ke-131 di Kabupaten Kapuas Hulu. Ajang ini mempertemukan puluhan warga yang bersaing dalam empat kategori berbeda.
Empat Kategori yang Dipertandingkan
Panitia membagi lomba ke dalam empat kategori: kerupuk basah lemak, isi, sopor, dan lemak belida. Setiap tim yang terdiri dari tiga orang ini harus menyajikan kerupuk basah terbaiknya di hadapan juri.
Kerupuk basah sendiri merupakan kuliner khas Kapuas Hulu yang membedakannya dengan kerupuk pada umumnya. Bahan utamanya adalah daging ikan segar hasil tangkapan dari perairan setempat, seperti ikan toman dan ikan belida.
Antusiasme Warga dan Pejabat Hadir
Lomba yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu ini berlangsung meriah. Dari pantauan di lapangan, masyarakat sangat antusias menyaksikan proses pembuatan kerupuk basah oleh para peserta.
Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kapuas Hulu, Ade Hermanto, turut hadir bersama sejumlah pejabat daerah lainnya dalam acara tersebut.
Melestarikan Kuliner Lokal di Tengah Modernisasi
Pemerintah daerah menempatkan lomba ini bukan sekadar hiburan semata. Tujuan utamanya adalah melestarikan kuliner lokal dan memperkenalkannya kepada khalayak yang lebih luas, terutama generasi muda.
Kerupuk basah dinilai memiliki nilai historis dan ekonomi yang perlu dijaga. Dengan adanya lomba ngawai, diharapkan resep dan teknik pembuatan tradisional tidak punah tergerus zaman.
Perayaan HUT Kota Putussibau ke-131 sendiri berlangsung selama sepekan, mulai 1 hingga 7 Juni 2026, dengan berbagai lomba dan hiburan rakyat di Gedung Pelayanan Satu Atap Kapuas Hulu.