PONTIANAK — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menekankan bahwa Pancasila harus hidup melalui tindakan nyata masyarakat, bukan hanya menjadi materi hafalan di kelas. Menurutnya, nilai-nilai luhur seperti gotong royong, keadilan sosial, dan toleransi perlu diwujudkan dalam aktivitas keseharian warga Kalbar. Hal ini menjadi krusial untuk menyongsong target Indonesia Emas 2045 yang membutuhkan sumber daya manusia unggul dan berintegritas.
Pancasila sebagai Panduan Hidup Sehari-hari
Norsan mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, pemuda, hingga pelajar, untuk membumikan Pancasila di lingkungan masing-masing. Ia mencontohkan praktik sederhana seperti gotong royong membersihkan kampung, mengadakan musyawarah di tingkat RT/RW, hingga saling menghormati antarumat beragama di Kota Pontianak dan sekitarnya.
"Pancasila bukan teks mati. Ia harus hidup dalam setiap langkah kita, dari cara kita bertetangga hingga cara kita menjalankan pemerintahan," kata Norsan dalam sebuah forum kebangsaan di Pontianak, Kalimantan Barat, baru-baru ini.
Target Indonesia Emas 2045 Butuh Karakter Tangguh
Gubernur dua periode itu menilai bahwa bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia pada 2045 hanya akan menjadi bencana jika tidak dibarengi dengan penguatan karakter bangsa. Kalimantan Barat, dengan keragaman suku dan agama yang tinggi, dinilai sebagai laboratorium hidup Pancasila.
Menurut Norsan, provinsi yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini telah lama menjadi contoh kerukunan antara Melayu, Dayak, Tionghoa, dan etnis lainnya. Namun, ia mengingatkan bahwa kerukunan tersebut harus terus dirawat dengan aksi nyata, bukan sekadar seremoni.
Fakta Singkat: Mengapa Pancasila Harus Dibumikan Sekarang
- Kalimantan Barat memiliki 14 kabupaten/kota dengan tingkat heterogenitas etnis dan agama yang tinggi.
- Target Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter Pancasilais.
- Norsan menekankan bahwa nilai gotong royong dan musyawarah mulai tergerus oleh budaya individualisme dan hoaks di media sosial.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berencana mengintegrasikan program pembumian Pancasila ke dalam kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah. Selain itu, dinas terkait akan menggelar forum-forum warga di tingkat kelurahan untuk mendiskusikan penerapan sila-sila Pancasila dalam kehidupan bertetangga.