Pencarian

Groundbreaking Proyek Gas Raksasa Abadi Masela Dipastikan Akhir Juni 2026, Presiden Prabowo dan Menteri Bahlil Bakal Hadir

Kamis, 11 Juni 2026 • 15:38:31 WIB
Groundbreaking Proyek Gas Raksasa Abadi Masela Dipastikan Akhir Juni 2026, Presiden Prabowo dan Menteri Bahlil Bakal Hadir
Presiden Prabowo dan Menteri Bahlil siap menghadiri groundbreaking proyek gas Abadi Masela akhir Juni 2026.

KALIMANTAN BARAT — Kabar ini disampaikan langsung oleh Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, Kamis (11/6). Ia mengungkapkan, rapat koordinasi yang melibatkan jajaran Forkopimda Maluku dan perwakilan Inpex berjalan lancar. Semua pihak menyatakan dukungan penuh terhadap dimulainya fase konstruksi awal proyek yang telah lama dinanti masyarakat setempat.

"Alhamdulillah, peserta rapat sepakat groundbreaking akan dilaksanakan pada akhir Juni 2026," ujar Djoko kepada media di Jakarta.

Presiden dan Menteri ESDM Konfirmasi Hadir

Rencananya, seremoni groundbreaking ini akan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Djoko menambahkan, Gubernur Maluku, Pangdam, dan Kapolda telah melaporkan kesiapan penuh karena proyek ini mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Maluku dan Indonesia.

"Mereka melaporkan kesiapan untuk pelaksanaan groundbreaking, karena mendapat dukungan dari seluruh masyarakat Maluku dan Indonesia yang sudah lama menanti dimulainya proyek fisik awal ini," jelas Djoko.

Konstruksi Awal: Jalan dan Lahan Parkir

Target awal konstruksi proyek Masela ini sempat dijadwalkan pada April 2026. Meski mundur beberapa bulan, tahapan awal atau early work tetap akan dimulai tahun ini. Pekerjaan fisik pertama yang akan dikerjakan adalah pembangunan akses jalan dan lahan parkir menuju lokasi pembangunan pabrik LNG darat (Onshore LNG Plant).

Proyek Abadi Masela kini berada di fase paling krusial menjelang keputusan investasi final (Final Investment Decision/FID). Berbagai studi dan persiapan teknis tahap depan (Front End Engineering Design/FEED) telah tuntas. Cakupannya meliputi kajian Carbon Capture Storage (CCS), respons tsunami, survei geologi dan geofisika (G&G) di darat dan laut, hingga pekerjaan infrastruktur awal.

Izin Lingkungan dan Kawasan Hutan Sudah Kantongi

Dari sisi regulasi, dua dokumen penting sudah diterbitkan. Persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan (PPKH) terbit pada Januari 2026, sementara persetujuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) lanjutan telah diperoleh pada 13 Februari 2026. Keluarnya izin-izin ini menjadi syarat mutlak dimulainya konstruksi fisik di lapangan.

Dengan rampungnya seluruh persiapan administratif dan teknis, groundbreaking akhir Juni nanti menjadi sinyal bahwa proyek gas raksasa Blok Masela benar-benar memasuki tahap realisasi. Proyek ini diharapkan mampu memasok kebutuhan gas untuk industri dalam negeri dan ekspor, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Maluku.

Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks