KALIMANTAN BARAT — Mazda menaikkan tenaga RX-7 generasi ketiga menjadi 255 hp, lompatan 55 hp dari batas maksimum sebelumnya di 200 hp, dengan klaim akselerasi 0-60 mph dalam 4,9 detik dan top speed 156 mph. Mobil yang akan dijual sebagai model 1993 ini lebih ringan, lebih rendah, dan lebih lebar, tapi pengujian pertama hanya memakai prototipe yang belum selesai. Posisinya di pasar Amerika diperkirakan berada di kisaran low-USD 30.000, di antara Nissan 300ZX normally aspirated dan versi turbocharged.
Mazda mengklaim RX-7 generasi ketiga sebagai "absolutely pure, two-seat sports car" lewat pernyataan Clark Vitulli, chief operating officer Mazda di Amerika Serikat. Klaim itu bukan tanpa dasar. Dibandingkan generasi kedua tahun 1985 yang bergeser ke arah touring dan menjauh dari karakter sport, mobil baru ini justru kembali ke jalur yang lebih murni sebagai mobil sport dua kursi.
Catatan penting sebelum masuk lebih jauh: Mazda tidak menyediakan unit produksi asli saat sesi preview. Pengujian pertama hanya memakai dua mobil prototipe yang belum jadi, dengan durasi mengemudi yang singkat dan terbatas.
Dimensi Berubah: Lebih Pendek, Lebih Rendah, Lebih Lebar
Mazda memangkas panjang RX-7 1993 hampir 1,5 inci secara keseluruhan, dengan wheelbase berkurang 0,2 inci. Tingginya juga turun hampir 1,5 inci. Namun ban yang lebih besar dan track yang lebih lebar, ditambah kebutuhan ruang kabin, mendorong lebar keseluruhan bertambah hampir 2,5 inci.
Bobot curb weight diperkirakan sekitar 2.800 pon, atau 100 pon lebih ringan dari RX-7 Turbo 1991. Distribusi bobot diklaim tepat di angka 50/50, dan titik pusat gravitasi turun satu inci.
Mesin Rotary 13B Twin-Turbo: Tenaga Naik 55 HP
Desas-desus awal menyebut RX-7 berikutnya akan memakai mesin Wankel tiga rotor. Mazda memang sudah membangun banyak mesin tiga rotor untuk balap dan menang di Le Mans tahun ini dengan desain empat rotor. Namun mobil produksi tetap memakai pengembangan mesin dua rotor 1308cc tipe 13B.
Pengembangannya serius. Instalasi twin-sequential-turbocharger memberi dorongan mulai sekitar 3.000 rpm, dengan ledakan tenaga tambahan sekitar 6.000 rpm yang melesat melewati redline 7.500 rpm. Mazda menyediakan over-rev buzzer yang, menurut catatan pengujian, sering berbunyi.
Untuk sementara, mesin 255 hp ini menjadi satu-satunya pilihan tenaga di RX-7. Mazda memperkirakan akselerasi 0-60 mph dalam 4,9 detik dan top speed 156 mph. Klaim itu masih menunggu pembuktian saat unit produksi tersedia.
Sasis dan Handling: Ban Lebar, Rem Besar, Suspensi Aluminium
Paket bodi dan sasis dirancang ulang menyertai mesin twin-turbo. Ada ban 225/50-16 dengan velg lebar delapan inci, rem cakram ventilasi besar dengan kontrol anti-lock standar, lengan kontrol suspensi aluminium cor dan tempa, serta struktur baja las yang kaku dan kompak.
Dalam pengujian terbatas, mobil menunjukkan karakter handling yang jinak dan bersahabat. Setir power rack-and-pinion terasa lebih langsung dan positif dibanding model saat itu. Kinematika toe-control yang memakai defleksi bushing terkontrol untuk memberi efek rear steer menjaga drama tetap rendah.
Ban gemuk bisa dimanfaatkan mendekati batas adhesi dengan percaya diri. Membuka throttle berat lebih awal di tikungan membuat mobil keluar dari exit tanpa perlu banyak koreksi setir berlawanan. Saat fotografer Dewhurst minta power oversteer berlebihan untuk efek dramatis, itu pun bukan masalah.
Catatan Kelemahan: Prototipe Belum Final
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dari sesi pengujian ini. Final spring rates belum ditentukan saat mobil dikemudikan, dan sepasang anggota pengaku rocker-panel belum terpasang.
Artinya, detail keseimbangan dan kualitas ride masih harus dilihat nanti. Penilaian soal handling memang positif, tapi belum bisa dianggap final karena mobil yang diuji bukan unit produksi.
Soal harga, RX-7 baru ini diperkirakan diposisikan di antara Nissan 300ZX normally aspirated dan turbocharged, di kisaran low-USD 30.000. Mazda juga menyebut volume tahunan RX-7 dan Miata sebagai dua kursi menembus lebih dari 100.000 unit, klaim yang mendasari posisinya sebagai produsen mobil sport utama dunia.
Kelebihan
- Tenaga 255 hp, naik 55 hp dari batas maksimum 200 hp generasi sebelumnya
- Bobot turun 100 pon dibanding RX-7 Turbo 1991, distribusi 50/50
- Paket sasis serius: ban 225/50-16, rem ventilasi dengan ABS standar, suspensi aluminium
- Handling jinak dan bisa diprediksi dalam pengujian terbatas
Kekurangan
- Pengujian hanya memakai prototipe belum final, spring rates belum ditentukan
- Pengaku rocker-panel belum terpasang saat diuji
- Belum ada unit produksi asli untuk verifikasi klaim performa
- Harga diperkirakan naik ke kisaran low-USD 30.000
Verdict
RX-7 generasi ketiga mengarah ke mobil sport murni dua kursi dengan tenaga besar dan sasis serius. Tapi semua penilaian ini masih bersifat sementara karena Mazda belum menyediakan unit produksi. Pembeli yang menunggu mobil ini sebaiknya menunggu pengujian unit final sebelum mengambil kesimpulan.