Pencarian

Troy Deeney Ungkap Penjara Selamatkan Hidupnya: Saya Sudah Mati Tanpa Itu

Sabtu, 19 September 2026 • 16:21:32 WIB
Troy Deeney Ungkap Penjara Selamatkan Hidupnya: Saya Sudah Mati Tanpa Itu

KALIMANTAN BARAT — Troy Deeney menyebut 13 minggu di penjara sebagai titik balik hidupnya, bukan sekadar hukuman. Mantan striker Watford itu menegaskan tanpa masa tahanan tersebut, karier sepak bolanya tak akan pernah mencapai puncak seperti sekarang.

Troy Deeney menghabiskan lebih dari tiga bulan mendekam di balik jeruji besi pada 2012. Hukuman itu datang tiga hari setelah ia menguburkan ayahnya yang meninggal karena kanker tenggorokan di usia 47 tahun. Ketika itu, Deeney berusia 23 tahun dan baru saja menjalani musim terbaiknya bersama Watford di Championship.

Hampir sembilan bulan setelah bebas, Deeney mencetak gol yang akan terus dikenang publik sepak bola Inggris. Bill Leslie, komentator Sky Sports, berteriak "DEEEEEENEY!" ketika bola hasil sepakannya masuk ke gawang Leicester City pada menit ke-97 semifinal play-off 2013. Gol itu lahir 20 detik setelah Anthony Knockaert gagal mengeksekusi penalti yang seharusnya membawa Leicester lolos.

Gol Ikonik yang Mengubah Sejarah Leicester

Deeney mengaku situasi di lapangan terasa melambat saat bola datang kepadanya. "Saat itu saya sangat tenang, rasanya seperti semua berjalan lambat, seperti di film. Saya pikir, tendang saja lurus dan saya akan mencetak gol," ujarnya kepada FourFourTwo.

Leicester merespons kekalahan itu dengan promosi ke Premier League dalam tiga tahun berikutnya. "Saya ambil semua kreditnya!" kata Deeney sambil tertawa. "Saya selalu bilang ke Wes Morgan kalau dia berutang jam tangan ke saya."

Mencetak Tujuh Gol dalam Keadaan Mabuk

Sebelum menjadi legenda Watford dengan 140 gol dalam 11 tahun, Deeney adalah pemuda yang bermain untuk Chelmsley Town di liga non-liga. Ia mengaku sempat mencetak tujuh gol dalam satu pertandingan sambil mabuk.

"Saya tidak bisa memastikan apakah benar tujuh gol, tapi yang jelas saya mabuk!" katanya. "Usia 18 tahun, pekerjaan saya di proyek konstruksi selesai hari Jumat, saya dapat gaji terakhir, bayar kebutuhan ibu, lalu keluar minum dengan teman-teman."

Walsall menemukannya justru di hari-hari seperti itu. Mick Halsall, sosok yang disebut Deeney sebagai penyelamat kariernya, melihat bakat yang bahkan tidak disadari sang pemain sendiri.

Ditahan 13 Minggu dan Daftar Hidup Baru

Di dalam penjara, Deeney menulis daftar tentang apa yang ingin ia lakukan setelah bebas. "Saya akan punya karier, saya akan beli rumah, saya akan beli mobil," tulisnya saat itu. Ia menyadari selama ini hanya menyewa mobil dan rumah, tanpa aset nyata.

"Kalau saya tidak masuk penjara, saya sudah mati," tegas Deeney. "Saya hidup terlalu sembarangan di luar sepak bola. Tapi semua terjadi karena alasan tertentu."

Ia menolak dianggap mengglorifikasi tindakannya. "Ada keluarga di pihak lain dan saya tidak pernah ingin apa yang saya lakukan terlihat keren. Ada korban, jadi saya tidak mau itu disalahartikan."

Dari Kapten Watford hingga Kursi Pelatih Forest Green

Deeney ditunjuk sebagai kapten Watford pada musim promosi 2014-15. Selama lima musim di Premier League, ia mencetak 13 gol pada musim pertamanya, termasuk gol pertama ke gawang Stoke City yang ia sebut "berarti segalanya".

Setelah meninggalkan Watford pada 2021, Deeney bergabung dengan Birmingham City selama dua tahun sebelum pindah ke Forest Green Rovers sebagai pemain-pelatih. Empat bulan kemudian, ia diangkat menjadi pelatih kepala di usia 35 tahun.

Masa kepelatihannya berjalan singkat. Deeney menyebut sebagian pemainnya "terlalu banyak bayi" dan mengkritik penampilan bek Fankaty Dabo sebagai "buruk". Ia kemudian dihukum larangan mendampingi tim selama empat pertandingan dan dipecat.

"Pelajaran sudah dipetik," ujarnya. "Saya salah bicara, dan saya harus mengakui itu. Tapi saya tidak kapok. Kalau ada kesempatan lagi, saya akan bertanya jauh lebih banyak sebelum menerima pekerjaan."

Deeney kini menjajaki dunia penyiaran. Ia terlibat dalam acara SAS: Who Dares Wins versi selebriti dan menjadi pembawa acara Last Pundit Standing di BBC. "Saya tidak suka melihat ke belakang. Saya selalu bertanya, apa berikutnya?"

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fourfourtwo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks