Pencarian

Pria India Punya Rahim di Tubuhnya, Terungkap saat Periksa Kesuburan

Senin, 14 September 2026 • 13:35:01 WIB
Pria India Punya Rahim di Tubuhnya, Terungkap saat Periksa Kesuburan
Pria 26 tahun di India menjalani pemeriksaan kesuburan di rumah sakit.

KALIMANTAN BARAT — Seorang pria 26 tahun di India mendatangi rumah sakit dengan keluhan yang tergolong umum: sulit memiliki keturunan. Ia sehat, tidak mengeluh nyeri, dan secara fisik tampil sebagai laki-laki. Tidak ada satu pun tanda yang mengarah ke kelainan anatomi serius.

Namun rangkaian pemeriksaan kesuburan membawa hasil yang mengubah pemahaman soal tubuhnya sendiri. Bukan hanya soal sperma, tapi soal organ reproduksi yang seharusnya tidak ada pada pria.

Berawal dari Hasil Analisis Semen yang Nihil

Pemeriksaan pertama menyorot dua hal. Kedua testis pasien tidak berada di dalam skrotum, kantong kulit yang normalnya melindungi organ tersebut. Analisis semennya juga tidak menemukan satu pun sel sperma, kondisi yang dalam dunia medis disebut azoospermia.

"Saat saya memeriksanya, kedua testisnya tidak berada di skrotum. Hasil analisis semennya menunjukkan nihil, yaitu azoospermia," kata Kepala Urologi RG Hospitals, Rajouri Garden, dr. Susheel Kharbanda, dikutip dari detikcom.

Azoospermia sendiri bukan kasus yang jarang. Yang membuat kasus ini berbeda adalah apa yang ditemukan setelahnya.

Kromosom XY, tapi Ada Rahim di Dalam Tubuh

Pemeriksaan kromosom menunjukkan hasil yang normal untuk seorang pria: XY. Tidak ada indikasi kelainan genetik dari sisi ini. Namun USG dan MRI justru memperlihatkan sesuatu yang lain.

"Secara kromosom dia normal, yaitu laki-laki XY. Namun, pemeriksaan lebih lanjut melalui USG dan MRI mengejutkan kami. Ada rahim yang terbentuk dengan baik di dalam tubuhnya," ujar dr. Kharbanda.

Temuan tidak berhenti di rahim. Pemeriksaan lanjutan juga mendeteksi adanya ovarium, organ reproduksi yang identik dengan perempuan. Semuanya berkembang tanpa gejala yang bisa dirasakan pasien sehari-hari.

Persistent Müllerian Duct Syndrome, Kondisi yang Jarang Ditemui

Kombinasi kromosom XY dengan rahim dan ovarium mengarah pada gangguan perkembangan organ reproduksi yang terjadi sejak masa janin. Pada pria, saluran Müllerian yang normalnya menyusut saat perkembangan embrio justru bertahan dan tumbuh menjadi struktur seperti rahim.

Kondisi ini sering tidak terdeteksi sampai pasien menjalani pemeriksaan kesuburan atau operasi lain di area panggul. Pasien bisa hidup bertahun-tahun tanpa keluhan berarti, seperti yang dialami pria 26 tahun ini.

Yang perlu dicatat, temuan ovarium pada kasus ini membuat gambaran klinisnya lebih kompleks. Diperlukan pemeriksaan jaringan lebih lanjut untuk memastikan sifat organ yang terbentuk, apakah berfungsi atau hanya struktur sisa.

Kapan Perlu Memeriksakan Diri ke Dokter

Kasus seperti ini langka, tapi bukan berarti tidak perlu diwaspadai. Beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan:

  • Testis tidak teraba di dalam skrotum sejak lahir atau saat dewasa
  • Riwayat infertilitas lebih dari satu tahun tanpa penyebab jelas
  • Hasil analisis semen menunjukkan azoospermia
  • Nyeri panggul berulang atau benjolan yang tidak dijelaskan
  • Riwayat hernia inguinalis pada masa kanak-kanak

Pemeriksaan USG dan MRI menjadi langkah lanjutan yang penting bila ada temuan awal seperti di atas. Semakin cepat terdeteksi, semakin jelas pilihan penanganan yang bisa diambil, termasuk konsultasi dengan dokter urologi dan spesialis fertilitas.

Kasus pria India ini menunjukkan bahwa tubuh manusia kadang menyimpan kejutan yang tidak terlihat dari luar. Bagi pasangan yang sedang menjalani program kehamilan, pemeriksaan menyeluruh bukan sekadar formalitas, tapi bisa membuka jawaban yang selama ini tidak terduga.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haibunda.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks