Pencarian

BKSDA Kalimantan Barat Evakuasi 3 Orangutan Korban Karhutla di Kayong Utara, Satu Alami Luka Bakar

Kamis, 17 September 2026 • 23:31:02 WIB
BKSDA Kalimantan Barat Evakuasi 3 Orangutan Korban Karhutla di Kayong Utara, Satu Alami Luka Bakar

KAYONG UTARA — Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat bergerak menyelamatkan tiga orangutan yang kehilangan habitat akibat kebakaran hutan dan lahan. Operasi penyelamatan dilakukan di dua desa di Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara. Kementerian Kehutanan memperkuat tim penyelamat sebagai bagian dari penanganan dampak karhutla terhadap ekosistem dan satwa liar.

Evakuasi pertama berlangsung di Dusun Sinar Timur, Desa Penjalaan, setelah seorang warga melaporkan keberadaan orangutan di kebun sawit. Tim bergerak dua hari kemudian dan mengevakuasi induk orangutan betina berusia sekitar 20 tahun bernama Mama Penja bersama anak jantannya yang berusia satu tahun, Penja.

Pemeriksaan medis menemukan luka bakar pada tangan dan kaki Mama Penja. Tim dokter memberikan pengobatan dan antibiotik, mengambil sampel medis, lalu mengevakuasi keduanya ke pusat rehabilitasi.

Orangutan Kumbang Dievakuasi dari Kebun Warga Desa Padu Banjar

Pada hari yang sama, tim melanjutkan operasi ke Desa Padu Banjar untuk mengevakuasi orangutan jantan dewasa. Satwa berusia sekitar 15 tahun itu masuk ke kebun dan mendekati permukiman setelah habitatnya terdampak kebakaran.

Pemindaian microchip mengungkap identitasnya sebagai Kumbang, orangutan yang pernah diselamatkan pada Februari 2022. Pemeriksaan awal menunjukkan kondisinya relatif sehat, meski tim dokter menemukan luka lama bekas peluru senapan angin serta gejala batuk yang berkaitan dengan paparan karhutla.

Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane menyebut laporan masyarakat sebagai kunci keberhasilan operasi. "Laporan dari masyarakat menjadi sangat penting karena mereka yang berada paling dekat dengan lokasi dan mengetahui keberadaan satwa. Dengan laporan yang cepat, tim dapat segera melakukan penanganan dan penyelamatan," kata Murlan lewat keterangannya, Kamis, 17 September 2026.

Satwa Masuk Kebun karena Kehilangan Habitat dan Sumber Pakan

Murlan menjelaskan, dalam kondisi karhutla satwa kehilangan habitat dan sumber pakannya sehingga berpotensi masuk ke kebun maupun mendekati permukiman. Karena itu, penyelamatan harus dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan satwa dan masyarakat.

Ketiga orangutan saat ini menjalani observasi dan penanganan medis di Pusat Rehabilitasi YIARI. Pelepasliaran kembali ke habitat akan dilakukan setelah kondisi cuaca membaik dan kawasan hutan dipastikan aman dari ancaman kebakaran.

23 Orangutan hingga Trenggiling Dievakuasi Selama Penanganan Karhutla

BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI mencatat 23 orangutan telah dievakuasi dalam penanganan dampak karhutla. Tim juga menyelamatkan sembilan trenggiling, tiga kukang, satu bekantan, satu musang, dan satu lutung kelabu.

Murlan mengimbau masyarakat tidak melakukan penangkapan atau evakuasi satwa liar secara mandiri. Warga yang menemukan satwa terdampak karhutla diminta segera melapor kepada petugas dengan menyertakan informasi lokasi dan kondisi satwa.

"Masyarakat jangan melakukan evakuasi sendiri. Laporkan kepada petugas agar satwa dapat ditangani dengan prosedur yang tepat dan keselamatan masyarakat tetap terjaga," kata Murlan.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks