SANGGAU — Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Sanggau mulai menekan sektor pertanian lokal. Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (DKPTPHP) mencatat produksi komoditas utama seperti padi dan sayur-sayuran mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala DKPTPHP Kabupaten Sanggau, Kubin, mengonfirmasi langsung dampak kekeringan tersebut. "Ya, ada pengaruh penurunan terhadap produksi pertanian lokal kita, seperti padi misalnya," ujarnya kepada wartawan, Kamis (3/9/2026).
Belum Ada Padi Fuso, Stok Gabah Petani Masih Aman
Meski produksi menurun, Kubin memastikan kondisi tanaman padi di sawah belum sampai pada titik gagal panen atau fuso. Ia menuturkan, sebagian besar petani baru saja menyelesaikan masa panen sehingga masih memiliki simpanan gabah.
"Kondisi tanaman padi terutama di sawah saat ini belum berdampak fuso. Karena petani baru selesai panen dan masih memiliki stok gabah simpanan, saya yakin belum sampai pada krisis pangan," jelas Kubin.
Tanaman Sayur Ikut Terdampak Keterbatasan Air
Penurunan produksi tidak hanya menimpa padi. Kubin menyebut tanaman hortikultura, khususnya sayur-sayuran, juga mengalami kasus serupa. Pasokan air yang minim menjadi kendala utama bagi petani untuk menyiram tanaman setiap hari.
"Kasusnya sama dengan padi, di tanaman sayur juga dipengaruhi ketersediaan air untuk menyiram tanaman," ungkapnya.
Langkah Adaptasi Petani di Tengah Kekeringan
Menghadapi ancaman kekeringan yang masih berlangsung, para petani di Sanggau mulai mengambil langkah antisipasi. Kubin mengatakan, mereka akan mengurangi volume tanam agar tidak merugi besar dan memastikan tanaman yang ada tetap bisa dirawat hingga panen.
Kepala dinas berharap langkah adaptasi ini mampu menjaga stabilitas pasokan pangan daerah. "Kemarau ini memang berdampak terhadap pertanian kita, harapan kita semoga petani kita stabil dalam memenuhi pasokan," pungkasnya. (dra)