PONTIANAK — Majelis Pekerja Harian (MPH) PGIW Kalbar berpencar ke gereja-gereja di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya pada hari ketiga rangkaian aksi sosial peduli kesehatan. Pembagian masker dan Vitamin C dilakukan langsung kepada jemaat yang hadir beribadah, khususnya yang belum mengenakan pelindung pernapasan.
Langkah ini berbeda dari dua hari sebelumnya. Pada Jumat dan Sabtu, tim PGIW Kalbar turun ke berbagai perempatan jalan raya untuk menjangkau pengguna jalan.
Sepuluh Gereja Jadi Titik Pembagian Bantuan
Beberapa titik pelaksanaan antara lain GKE Pintu Elok Pontianak, GPIB Siloam Pontianak, GBI Getsemani Kubu Raya, HKBP Teluk Mulus Pontianak, GKII Hebron Pontianak, GMII Tasik Pontianak, GBKP Pontianak, GPKB Pontianak, dan GIA Pontianak. Gereja-gereja lain di Kota Pontianak dan Kubu Raya turut menjadi sasaran pembagian.
Kegiatan ini didukung tim relawan mahasiswa STAK Abdi Wacana Pontianak, relawan gereja-gereja, serta para majelis gereja yang turun langsung melayani pembagian bantuan.
Stok Masker di Pontianak Menipis, PGIW Koordinasi dengan Polisi dan FKUB
PGIW Kalbar menyebut aksi sosial ini bermitra dengan seluruh pihak tanpa batas. Mereka saling bergandengan tangan dengan aparat kepolisian di lapangan, terutama untuk mengatasi kesulitan mendapatkan pasokan masker karena stok di Pontianak semakin menipis.
PGIW Kalbar juga berkoordinasi dengan FKUB Kalbar terkait aksi sosial, mengingat kegiatan ini melintasi sekat suku dan agama. Langkah tersebut disebut sebagai wujud persekutuan dan kepedulian lintas sektor bahwa di tengah krisis, semua pihak saling menguatkan dan saling menolong.
"Kami mengajak seluruh masyarakat dan umat agar tetap disiplin memakai masker setiap kali beraktivitas di luar rumah. Kepekatan asap saat ini sudah sangat membahayakan pernapasan dan kesehatan tubuh kita semua," tegas Pdt. Dr. Paulus Ajong, Ketua Umum PGIW Kalbar.
Kabut Asap Datang Bersamaan dengan Krisis Air Bersih
Di balik ancaman kabut asap, masyarakat Kalimantan Barat juga menghadapi dampak kemarau panjang yang berkepanjangan. Sungai-sungai besar semakin menyusut dan air sungai dangkal, sehingga air baku yang disalurkan PDAM menjadi payau dan asin sulit digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Air bersih kini menjadi kebutuhan mendesak yang dirasakan masyarakat luas. MPH PGIW Kalbar menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi secara berkelanjutan dan berupaya hadir membantu masyarakat yang terdampak kekeringan dan krisis air bersih.
Pesan Penguatan: Jangan Biarkan Situasi Melenyapkan Harapan
Di tengah udara yang tak sehat, air yang semakin sulit didapat, dan kebakaran yang meluas, PGIW Kalbar menyampaikan pesan penguatan bagi seluruh umat.
"Jangan biarkan situasi ini melenyapkan harapan kita. Tetaplah berdoa kepada Tuhan, tetaplah dikuatkan iman-Nya, dan tetaplah bijaksana dalam bertindak. Iman yang sejati bukan hanya tentang percaya di saat baik, tetapi tetap memegang teguh pengharapan di saat sulit. Mari kita saling mendoakan, saling menolong, dan bersama-sama berupaya mencegah serta mengatasi segala penyebab dan dampak kebakaran yang meluas di seluruh wilayah Kalimantan. Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya dan kita pun tidak boleh meninggalkan sesama kita."
PGIW Kalbar mengajak seluruh umat dan masyarakat tetap waspada, peduli, berdoa, dan bersatu menjaga ciptaan Tuhan serta sesama manusia. PGIW Kalbar juga mengucapkan terima kasih kepada PGI yang selalu mendukung aksi sosial mereka, baik melalui dana maupun media berita.