KALIMANTAN BARAT — Rencana pensiun Justin Gaethje dari UFC perlahan mulai terbentuk. Sang juara kelas ringan mengungkapkan bahwa laga melawan Conor McGregor menjadi opsi yang paling menarik perhatiannya untuk mengakhiri karier.
"Saya rasa McGregor, akan menyenangkan untuk membungkam mulutnya," ujar petarung asal Amerika tersebut kepada CBS Sports, dikutip dari MMAmania.
Keinginan Balas Dendam yang Tak Sampai
Gaethje sebenarnya memiliki opsi yang lebih masuk akal untuk mempertahankan sabuk juaranya. Ia sempat ingin melakukan rematch melawan Charles Oliveira atau Max Holloway, dua nama yang pernah ia kalahkan sebelumnya.
Namun rencana itu batal dilakukan. Oliveira dan Holloway justru sudah lebih dulu dikalahkan oleh Ilia Topuria, mantan juara yang digulingkan Gaethje di UFC Freedom 250, Juni lalu.
"Saya sebenarnya ingin bertarung ulang melawan Oliveira atau Holloway, tetapi karena Topuria telah mengalahkan mereka, saya akan menganggapnya seolah-olah saya telah membalaskan kekalahan itu," jelas Gaethje.
Kekalahan beruntun Oliveira dan Holloway dari Topuria otomatis menghapus peluang mereka sebagai penantang gelar yang valid. Hal inilah yang membuat nama McGregor naik ke permukaan.
Karier Senja dan Deretan Penantang yang Mengincar
Di usianya yang akan menginjak 38 tahun pada November mendatang, Gaethje sadar masa baktinya di UFC tidak akan panjang. Ia menegaskan tidak akan bertarung lama lagi dan sedang menyeleksi lawan-lawan yang tepat.
"Situasinya terasa sangat aneh. Selalu ada sosok juara, selalu ada seseorang yang harus saya kejar. Kini, sebagai juara, rasanya saya hanya perlu mempertahankan apa yang sudah saya miliki," tuturnya.
Sebagai pemegang sabuk juara kelas ringan, Gaethje memang menjadi target utama para petarung papan atas. Nama-nama seperti Ilia Topuria, Arman Tsarukyan, Charles Oliveira, Max Holloway, hingga Paddy Pimblett dikabarkan mengincar kesempatan bertarung melawannya.
"Saya tidak memikirkan lawan spesifik, saya tahu petarung-petarung terbaik dunia sedang mengincar saya. Jadi, itulah intinya. Saya tahu lawan saya nanti pasti salah satu petarung terbaik di dunia," tambahnya.
Meski ancaman para penantang muda mengintai, Gaethje belum mau memastikan kapan persisnya ia gantung sarung tangan. Keputusan pensiun, kata dia, akan dibicarakan matang bersama tim dan keluarga.
"Saya sangat mengandalkan tim dan keluarga saya dalam mengambil keputusan-keputusan ini. Saya tidak tahu kapan saya akan pensiun. Sejak awal, saya selalu menjalaninya satu per satu. Saya akan terus menjalaninya seperti itu," pungkasnya.