LANDAK — Babinsa Serda Hendra Sutrisno memimpin langsung penyisiran di sejumlah titik rawan Karhutla. Sasaran patroli mencakup Dusun Mantoada, Desa Sidas, serta kawasan perkebunan dan hutan di dua kecamatan tersebut.
Selain memantau kondisi lahan, personel membagikan edukasi kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pendekatan ini menyasar akar masalah Karhutla yang di Kabupaten Landak umumnya berasal dari aktivitas pembukaan lahan warga.
Lima Personel Diterjunkan, Berlangsung Tiga Jam
Patroli berlangsung hingga pukul 11.00 WIB. Lima personel dikerahkan dalam operasi ini, terdiri dari satu Babinsa dan empat anggota Satgas Karhutla TP 542 AT.
Sepanjang pemeriksaan, tidak ditemukan hotspot atau tanda-tanda kebakaran di wilayah yang disisir. Tim menyatakan kondisi kawasan perkebunan dan hutan dalam keadaan aman dan terkendali.
Dandim: Jangan Tunggu Api Muncul Baru Bergerak
Dandim 1210/Landak Letkol Inf Doni Prasetyo, S.Hub.Int., M.I.P., menekankan bahwa patroli rutin menjadi kunci pencegahan Karhutla sejak dini. Menurutnya, pemantauan harus terus dilakukan di wilayah rawan, disertai edukasi kepada masyarakat.
"Jangan menunggu api muncul baru bergerak. Patroli dan pemantauan harus terus dilakukan di wilayah yang rawan, disertai edukasi kepada masyarakat. Dengan deteksi dini dan kepedulian bersama, potensi Karhutla dapat dicegah sebelum meluas," tegas Dandim.
Warga Diminta Segera Lapor Jika Temukan Titik Api
Dandim juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran atau titik api di wilayahnya. Laporan cepat dari warga dinilai memperbesar peluang pemadaman sebelum api meluas.
Patroli di Sengah Temila dan Sebangki menjadi bagian dari pengawasan rutin Koramil 1210-04/Sengah Temila selama musim kemarau. Dua kecamatan itu masuk daftar wilayah rawan Karhutla di Kabupaten Landak.