Pencarian

Kebakaran Lahan Gambut di Kubu Raya Sulit Dijangkau, Petugas Seberangi Sungai dan Panggul Peralatan demi Padamkan Api

Minggu, 30 Agustus 2026 • 20:01:02 WIB
Kebakaran Lahan Gambut di Kubu Raya Sulit Dijangkau, Petugas Seberangi Sungai dan Panggul Peralatan demi Padamkan Api
Petugas gabungan menyeberangi sungai sambil membawa peralatan untuk mencapai lokasi kebakaran lahan gambut di Dusun Lintang Batang, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang.

KUBU RAYA — Upaya pemadaman kebakaran lahan gambut di Kubu Raya membutuhkan perjuangan ekstra. Petugas gabungan harus menempuh perjalanan jauh, menyeberangi sungai, lalu berjalan kaki sambil membawa peralatan untuk mencapai lokasi kebakaran di Dusun Lintang Batang, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang.

Kobaran api mulai terlihat Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Tim gabungan yang terdiri dari personel Aman Nusa II, Babinsa, dan relawan langsung bergerak begitu laporan diterima.

Medan Terjal Jadi Tantangan Terbesar Petugas

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengungkapkan, akses menuju titik api menjadi kendala utama dalam proses pemadaman kali ini. Lokasi kebakaran berada di tengah area gambut yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua.

"Medannya cukup sulit karena harus menyeberangi sungai, kemudian berjalan kaki sambil membawa peralatan menuju titik api," kata Aiptu Ade.

Meski demikian, petugas memastikan tidak ada penundaan penanganan. Perlengkapan pemadam seperti pompa air dan selang tetap dibawa masuk dengan cara dipanggul secara manual oleh personel di lapangan.

Pendinginan Gambut Kunci Cegah Api Muncul Kembali

Kobaran api berhasil dikendalikan setelah petugas tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Namun, pekerjaan belum selesai sampai di situ. Pada Minggu (30/8/2026), petugas kembali melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa di dalam maupun sekitar lahan gambut.

"Berkat gerak cepat personel bersama Babinsa dan relawan, api dapat dipadamkan. Hari ini petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali muncul di lahan gambut," ujarnya.

Aiptu Ade menegaskan bahwa pendinginan menjadi tahap krusial pascapemadaman. Bara yang masih tertinggal di bawah permukaan gambut berpotensi menyala kembali jika tidak ditangani secara menyeluruh.

"Kami berharap api tidak kembali muncul dan tidak merambat ke lokasi lain, terutama ke arah permukiman warga," katanya.

Peran Warga dalam Deteksi Dini Karhutla

Di tengah sulitnya medan, kecepatan informasi menjadi faktor penentu. Aiptu Ade mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera melaporkan keberadaan titik api kepada petugas.

Menurut dia, laporan yang cepat dan tepat membantu personel mengetahui posisi persis lokasi kebakaran sehingga langkah penanganan bisa segera dilakukan sebelum api membesar dan meluas ke area lain.

"Peran masyarakat sangat penting. Informasi yang cepat dan tepat memungkinkan personel segera mendatangi lokasi dan melakukan penanganan. Ini merupakan upaya bersama untuk mencegah karhutla meluas," ucapnya.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: berkatnewstv.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks