KUBU RAYA — Pemerintah Kabupaten Kubu Raya resmi memulai pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya. Proyek senilai Rp 89 miliar ini digadang-gadang menjadi jawaban atas keluhan warga soal kualitas dan kontinuitas aliran air bersih yang selama ini belum optimal.
Bupati Kubu Raya Sujiwo menyebut kapasitas IPA yang dibangun mencapai 2 x 50 liter per detik. Dengan tambahan infrastruktur ini, pemerintah daerah menargetkan penambahan sekitar 7.000 sambungan baru ke rumah-rumah warga.
Target Cakupan Layanan Naik Tiga Persen
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengungkapkan, cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Kubu Raya saat ini masih rendah, baru sekitar 20,7 persen. Setelah IPA Arang Limbung beroperasi, angka tersebut diperkirakan naik sekitar tiga persen menjadi 23,7 persen.
“IPA ini untuk mendukung penambahan sambungan bagi masyarakat Kabupaten Kubu Raya yang layanan air bersihnya baru sekitar 20,7 persen. Dengan anggaran kurang lebih Rp 89 miliar ini, diperkirakan cakupan layanan akan bertambah sekitar tiga persen,” kata Lasarus dalam keterangan yang dikutip dari Suara Kalbar.
Lima Desa Jadi Prioritas Layanan
Pembangunan IPA yang ditargetkan tuntas pada September 2027 ini akan memperluas jangkauan pelayanan di lima desa di Kecamatan Sungai Raya. Kelima desa tersebut adalah Teluk Kapuas, Parit Baru, Sungai Raya Dalam, Limbung, dan Arang Limbung.
“Setelah proyek ini selesai, kita pastikan kualitas layanan air bersih akan meningkat dan menjadi lebih maksimal. Airnya lebih jernih dan alirannya lebih lancar, tidak seperti kondisi sekarang yang masih kecil,” ujar Sujiwo.
Dukungan Pemerintah Pusat di Tengah Keterbatasan APBD
Sujiwo mengakui, pembangunan infrastruktur air bersih ini tidak mungkin berjalan tanpa dukungan pemerintah pusat. Kondisi keuangan daerah yang sedang sulit membuat Pemkab Kubu Raya mengandalkan perjuangan anggaran melalui Komisi V DPR RI.
“Kalau tidak dibantu oleh Pak Lasarus dan teman-teman di Komisi V, dengan kondisi keuangan daerah yang sedang sulit, tidak mungkin kita bisa merogoh anggaran sampai Rp 89 miliar. Karena itu, kami sangat berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat,” katanya.
Ia menambahkan, pemenuhan layanan air bersih merupakan hak dasar rakyat yang dampaknya menyentuh berbagai sektor, mulai dari kesehatan, penurunan angka stunting, hingga iklim investasi di daerah.
Ekspansi Jaringan ke Empat Kecamatan Lain
Selain menggarap IPA Arang Limbung, Pemkab Kubu Raya juga tengah mempersiapkan pengembangan jaringan air bersih di sejumlah wilayah lain. Beberapa kecamatan yang masuk daftar prioritas antara lain Sungai Ambawang, Desa Kapur, Sungai Kakap, dan Rasau Jaya.
Untuk Kecamatan Sungai Kakap, pemerintah daerah tengah mengupayakan pembangunan jaringan melalui skema kerja sama. Pemkab juga telah mengusulkan dukungan anggaran pemerintah pusat untuk pembangunan pipanisasi dan booster dengan nilai sekitar Rp 165 miliar.
Sujiwo menegaskan pihaknya tidak akan berhenti memperjuangkan perluasan layanan air bersih meski kebutuhan anggarannya sangat besar. “Saya tidak malu untuk memperjuangkannya, meminta, dan melobi pemerintah pusat. Yang penting tujuan akhirnya adalah bagaimana masyarakat bisa bahagia dan sejahtera,” tegasnya.