Pencarian

758 Personel Manggala Agni Dikerahkan Padamkan Karhutla di Kubu Raya, 45 Pasukan Tambahan dari Jawa hingga Sulawesi

Jumat, 28 Agustus 2026 • 18:22:01 WIB
758 Personel Manggala Agni Dikerahkan Padamkan Karhutla di Kubu Raya, 45 Pasukan Tambahan dari Jawa hingga Sulawesi
Personel Manggala Agni menjalankan shalat di lokasi lahan gambut yang terbakar di Sekunder C, Rasau Jaya 3, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (27/8/2026).

Kementerian Kehutanan mengerahkan 758 personel Manggala Agni untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, dengan tambahan 45 personel dari Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan Selatan. Personel terlihat menjalankan shalat di lokasi lahan gambut yang terbakar di Sekunder C, Rasau Jaya 3, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (27/8/2026). Penguatan pasukan ini menjadi sinyal keseriusan pemerintah dalam menekan titik api di tengah musim kemarau.

KUBU RAYA — Di tengah kepulan asap tipis yang menyelimuti hamparan gambut, para personel Manggala Agni menyempatkan diri menunaikan shalat di lokasi yang sehari-hari mereka perjuangkan. Momen itu terekam di Sekunder C, Rasau Jaya 3, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (27/8/2026), saat tim sedang beristirahat sejenak dari upaya pemadaman.

Kementerian Kehutanan memastikan penguatan pasukan untuk wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Sebanyak 758 personel Manggala Agni dikerahkan, ditambah 45 personel dari Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan Selatan. Penambahan ini diharapkan mempercepat penanganan karhutla di lapangan.

Mengapa Penguatan Personel Menjadi Krusial?

Lahan gambut memiliki karakteristik unik yang membuat api sulit dipadamkan. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga merambat di bawah tanah melalui lapisan gambut yang kering. Kondisi ini membutuhkan personel yang tidak hanya banyak, tetapi juga terlatih untuk melakukan pembasahan tanah secara manual.

Kehadiran 45 personel tambahan menjadi jawaban atas keterbatasan jumlah pasukan di daerah. Mereka berasal dari berbagai daerah dengan pengalaman menangani karhutla di wilayah masing-masing, sehingga diharapkan mampu beradaptasi cepat dengan kondisi gambut di Kalimantan Barat.

Pemadaman di Lahan Gambut: Bukan Sekadar Memadamkan Api

Proses pemadaman di lahan gambut tidak bisa dilakukan dengan cara konvensional. Personel harus bekerja ekstra untuk memastikan air mencapai lapisan tanah yang terbakar. Alat berat dan pompa air menjadi andalan utama, namun peran manual personel tetap tidak tergantikan di titik-titik yang sulit dijangkau.

Manggala Agni Daops Kalimantan VIII/Pontianak menjadi garda terdepan dalam operasi ini. Mereka bekerja dalam regu-regu kecil yang menyisir area terdampak, memastikan tidak ada bara yang masih menyala di bawah permukaan.

Shalat di Lokasi: Bentuk Ketangguhan di Tengah Tugas

Momen shalat di lokasi kebakaran menjadi simbol ketangguhan para personel. Mereka tetap menjalankan kewajiban ibadah di tengah kesibukan memadamkan api, sebuah pemandangan yang mungkin jarang terlihat di area perkantoran.

Foto yang diabadikan oleh Antara menunjukkan para personel berbaris rapi di atas tanah yang masih menghitam. Di belakang mereka, asap tipis masih terlihat membumbung dari beberapa titik, pengingat bahwa tugas belum selesai.

Operasi pemadaman karhutla di Kalimantan Barat diperkirakan masih akan berlangsung beberapa waktu ke depan. Koordinasi antara Manggala Agni, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar menjadi kunci utama dalam mencegah meluasnya kebakaran. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat dampaknya tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga kesehatan warga sekitar.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks