KALIMANTAN BARAT — Kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, memaksa puluhan keluarga kehilangan tempat berteduh. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.26 Wita dan api baru berhasil dipadamkan pada pukul 04.10 Wita setelah tiga jam penanganan intensif.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar, Fadli Wellang, menyatakan data sementara mencatat 50 atap rumah warga hangus terbakar. "Data sementara 50 atap dari RW setempat," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (31/7/2026).
Angin Kencang dan Konstruksi Kayu Mempercepat Perambatan Api
Laju api sulit dikendalikan pada awal kejadian karena faktor lingkungan dan material bangunan. Fadli menjelaskan mayoritas rumah di lokasi merupakan bangunan semi permanen berbahan dasar kayu yang mudah terbakar.
"Rumah semi permanen atau kayu plus angin cukup kencang," kata Fadli.
Kondisi angin yang bertiup kencang pada dini hari membuat api dengan cepat menjalar dari satu rumah ke rumah lain. Permukiman yang padat semakin mempersulit upaya pemadaman dan evakuasi warga.
30 Armada dan 80 Personel Dikerahkan ke Lokasi
Respon cepat dilakukan petugas setelah laporan kebakaran diterima. Hanya berselang sepuluh menit dari laporan awal, personel Damkarmat tiba di lokasi pada pukul 01.36 Wita untuk melakukan penanganan darurat.
Damkarmat Kota Makassar mengerahkan kekuatan penuh dalam operasi pemadaman ini. Sebanyak 30 unit armada damkar dan 80 personel dari Pos Ujung Tanah serta Mako Damkarmat Makassar diterjunkan ke lokasi kejadian.
"Begitu informasi kami terima, personel langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan penyelamatan," jelas Fadli.
Korban Jiwa Nihil, Kerugian Material Masih Didata
Meski kerugian material diperkirakan besar, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Seluruh warga yang rumahnya terdampak berhasil menyelamatkan diri keluar dari lokasi kebakaran.
Hingga proses pemadaman selesai dan pendinginan lokasi dilakukan, tim gabungan masih melakukan pendataan menyeluruh. Penyebab pasti kebakaran dan nominal kerugian material belum dapat dipastikan karena masih dalam proses investigasi.
"Data ini masih bersifat sementara. Kami masih melakukan pendataan terkait penyebab maupun kerugian akibat kebakaran," tambah Fadli.
Warga yang terdampak kini membutuhkan bantuan darurat berupa tempat tinggal sementara, sandang, dan pangan. Pemerintah kota setempat diharapkan segera bergerak untuk menyalurkan bantuan bagi 90 kepala keluarga yang rumahnya hangus dilalap si jago merah.