KALIMANTAN BARAT — Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari buka suara soal nasib puluhan ribu motor listrik yang sudah dibayar negara. Ia menegaskan prinsip utama BGN saat ini adalah memaksimalkan seluruh barang yang sudah dibelanjakan pada 2025. “Secara keseluruhan bukan cuma motor, semua yang sudah dibelanjakan di 2025, sebenarnya kami inginnya itu dimaksimalkan,” ujarnya dalam pernyataan yang dikutip dari detikFinance.
Agustina merinci barang-barang lain yang juga sudah terlanjur dibayar, seperti laptop, perangkat IoT, dan CCTV. Semua aset itu akan dioptimalkan agar tidak sia-sia. “Karena uang negara sudah keluar, harus kita maksimalkan pemanfaatannya,” tegasnya.
Markup Harga Motor Listrik Capai Rp 1 Triliun
Kejaksaan Agung mengungkap pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini tidak berjalan wajar. Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menyebut ada tiga pejabat BGN yang terlibat dalam penyusunan anggaran yang tidak sesuai kebutuhan lapangan. Mereka adalah Dadan Hindayana, Sony Sanjaya, dan Lodewyk Pusung.
Ketiganya diduga menaikkan harga dalam penyusunan anggaran pengadaan barang dan jasa. Akibatnya, nilai pengadaan 21.801 unit motor listrik membengkak hingga lebih dari Rp 1 triliun. Dana sebesar itu sudah disetor ke PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT) selaku vendor motor Emmo.
Harga Satu Unit Rp 49,95 Juta di Katalog Pemerintah
Berdasarkan video yang beredar, motor listrik yang direncanakan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) adalah Emmo JVX GT. Motor ini tercatat dalam katalog Inaproc dengan harga Rp 49,95 juta per unit, sudah termasuk PPN 12 persen. Penjual yang tercantum di katalog adalah PT Yasa Artha Trimanunggal.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN setelah kasus ini terbongkar. Kini BGN fokus pada penyelamatan aset yang sudah dibeli, termasuk ribuan motor listrik yang harus segera didistribusikan ke lapangan. Belum ada pernyataan resmi dari PT YAT selaku vendor motor Emmo terkait temuan markup harga tersebut.