KAYONG UTARA — Air bersih yang layak konsumsi kini mengalir di lingkungan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Darul Hikam, Sukadana. Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Hamzah Tawil, meninjau langsung jalur pipa sepanjang kurang lebih dua kilometer bersama rombongan, berjalan kaki melintasi jembatan kayu di kawasan hutan menuju sumber mata air di Bukit Stegar.
Kedatangan rombongan disambut Pengasuh Ponpes Darul Hikam, Kiai Mas Rofik. Peninjauan ini menjadi penanda rampungnya proyek yang selama ini dinanti warga pesantren untuk mengatasi keterbatasan akses air bersih.
Kualitas Air Layak Minum, Bukan Sekadar untuk Mandi
Kiai Mas Rofik mengungkapkan, sumber mata air dari Bukit Stegar memiliki kualitas yang sangat baik. Air dari mata air ini tidak hanya digunakan untuk mandi dan mencuci, tetapi juga layak dikonsumsi langsung sebagai air minum.
"Alhamdulillah saat ini saya berada di proyek penampungan air bersih yang pembangunan ini keseluruhannya dibiayai oleh program BAZNAS. Air di sini sangat layak, tidak hanya bisa digunakan untuk mandi dan bersih-bersih, tetapi juga untuk minum. Air merupakan kebutuhan yang sangat urgen," tuturnya.
Ia menambahkan, keberadaan infrastruktur ini menjadi amal jariyah bagi para donatur. "Kami mendoakan seluruh donatur dan pihak yang terlibat senantiasa diberikan keberkahan atas infak pembangunan dan pipanisasi air bersih kepada pondok pesantren kami," ujar Mas Rofik.
Bukti Pengelolaan Zakat yang Produktif
Ketua BAZNAS Kalbar, Hamzah Tawil, menyebut program ini sebagai bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya lembaga pendidikan keagamaan. Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan dana zakat yang dikelola secara profesional mampu memberikan manfaat langsung.
"Alhamdulillah pada hari ini kami menyaksikan bagian daripada proses yang sedang berjalan untuk air bersih kebutuhan para santri-santriwati. Tentu pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada para muzakki dan para munfik yang sudah berzakat, berinfak, dan bersedekah melalui BAZNAS Provinsi Kalbar, BAZNAS Republik Indonesia, maupun BAZNAS Kayong Utara yang telah membersamai program ini," ujar Hamzah.
"Insyaallah ini menjadi amal jariyah sehingga para santri dapat memperoleh air yang bersih, layak, dan suci untuk kebutuhan sehari-hari," sambungnya.
Sinergi Lintas Lembaga untuk Pendidikan Qurani
Proyek pipanisasi ini tidak hanya melibatkan BAZNAS di tiga tingkatan. Kiai Mas Rofik menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kayong Utara atas sinergi yang terjalin.
Hadir mendampingi Hamzah Tawil dalam peninjauan tersebut, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kalbar Iswardani, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Kayong Utara H. Zulkaslim.
Dengan mengalirnya air bersih di Ponpes Darul Hikam, aktivitas belajar para santri diharapkan semakin nyaman. Fasilitas dasar ini sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan dan pembinaan generasi Qurani di Kabupaten Kayong Utara.