Pencarian

Cooler Master MasterHUB: Stream Deck Modular Rp 2,8 Juta, Potensi Besar Tapi Software Bermasalah

Selasa, 16 Juni 2026 • 16:37:31 WIB
Cooler Master MasterHUB: Stream Deck Modular Rp 2,8 Juta, Potensi Besar Tapi Software Bermasalah
Cooler Master MasterHUB hadir dengan desain modular yang memudahkan kustomisasi perangkat keras.

KALIMANTAN BARAT — Setelah diumumkan hampir dua tahun lalu dan sukses menggalang dana USD 267.491 di Kickstarter dalam waktu satu jam, Cooler Master akhirnya merilis MasterHUB secara retail. Paket Creator Kit yang kami uji dibanderol USD 170, sama persis dengan harga Elgato Stream Deck+. Pertanyaannya, apakah modularitas hardware bisa menutupi kekurangan di sisi software?

Desain dan Modularitas: Kustomisasi Fisik yang Memang Beda

MasterHUB hadir dalam beberapa varian modul. Paket Creator Kit sudah termasuk base station, modul 15-tombol IPS, modul 5-slider, dan modul 2-roller. Dua modul tambahan—modul 3-knob dan modul encoder dial dengan layar—dijual terpisah.

Perakitan modul sangat mudah. Cukup tempelkan modul ke base station melalui konektor pogo pin, dan semuanya langsung terdeteksi secara otomatis. Modul juga bisa di-hot-swap tanpa perlu me-restart perangkat. Ukuran perangkat ini cukup besar: 190 x 126,5 mm, sedikit lebih lebar dari Stream Deck XL (182 x 112 mm).

Base station memiliki port mini DisplayPort dan USB-C di dua sisi, memungkinkan orientasi horizontal atau vertikal. Sebuah rubber stand magnetik disertakan untuk menopang perangkat pada sudut miring.

Hal yang Disukai: Build Kokoh dan Tombol IPS yang Empuk

Kualitas build MasterHUB terasa solid. Modul-modulnya menyatu rapat tanpa celah berlebih. Yang paling menonjol adalah modul 15-tombol IPS. Tombol plastik transparan berukuran 15 mm terasa lebih responsif dan tidak lembek dibanding tombol Elgato Stream Deck, juga tidak terlalu keras seperti milik Loupedeck. Setiap tombol bisa dikustomisasi ikon dan fungsinya per profil.

Modul 5-slider juga menjanjikan untuk kontrol volume atau parameter aplikasi secara real-time, meskipun fungsionalitasnya masih tergantung pada pengaturan software.

Hal yang Kurang: Software Bermasalah dan Mahal

Kelemahan utama MasterHUB ada di perangkat lunaknya. Cooler Master masih tertinggal dalam menyediakan plugin dan integrasi untuk aplikasi kreator populer. Jika Anda mengandalkan shortcut untuk Adobe Premiere, OBS, atau Photoshop, ekosistem Stream Deck dari Elgato masih jauh lebih matang dengan ribuan plugin siap pakai.

Software MasterHUB sendiri masih memiliki bug dan kurang intuitif. Proses mapping tombol kadang tidak langsung tersimpan, dan pengaturan multi-page terasa rumit. Untuk pengguna yang tidak ingin repot mengkonfigurasi secara manual, ini bisa menjadi hambatan besar.

Dari segi harga, USD 170 untuk paket Creator Kit terasa mahal mengingat software yang belum sempurna. Elgato Stream Deck+ dengan harga sama sudah menawarkan integrasi yang lebih stabil dan ekosistem plugin yang luas.

Kesimpulan: Potensi Besar, Tapi Belum Matang

Cooler Master MasterHUB adalah produk ambisius dengan konsep modularitas hardware yang brilian. Namun, eksekusi software belum sebanding dengan harga dan ukurannya. Produk ini cocok untuk pengguna yang suka bereksperimen dan memiliki alur kerja sederhana, atau kolektor gadget yang ingin merasakan fleksibilitas fisik tanpa terlalu bergantung pada plugin.

Bagi kreator konten profesional yang membutuhkan stabilitas dan integrasi mendalam dengan aplikasi editing, Stream Deck dari Elgato masih menjadi pilihan lebih aman. MasterHUB masih punya potensi besar, tapi butuh waktu—dan update software yang serius—untuk benar-benar bersaing di pasar Indonesia.

Bagikan
Sumber: tomshardware.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks