Pencarian

Sovol M1D Resmi Didanai Massal, Printer 3D Open-Source dengan 7 Toolhead dan Mode IDEX

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 08:14:01 WIB
Sovol M1D Resmi Didanai Massal, Printer 3D Open-Source dengan 7 Toolhead dan Mode IDEX
Sovol M1D, printer 3D open-source dengan sistem IDEX dan tujuh toolhead, dipamerkan dalam sesi foto produk.

KALIMANTAN BARAT — Sovol, produsen yang sudah malang melintang di dunia printer 3D, kembali membuat kejutan. Produk terbarunya, Sovol M1D, hadir sebagai printer 3D open-source dengan sistem Independent Dual Extruder (IDEX) yang dipadukan dengan tool-changer terintegrasi. Ini adalah kombinasi yang pertama kali ada di kelasnya.

Proyek pendanaannya di Kickstarter sudah meraup lebih dari Rp 46 miliar (USD 2,8 juta), jauh melampaui target awal yang hanya sekitar Rp 3,1 miliar. Angka ini menunjukkan antusiasme pasar terhadap teknologi yang ditawarkan.

Dua Nozzle Independen, Tujuh Toolhead Siap Pakai

Keunggulan utama M1D terletak pada fleksibilitasnya. Printer ini dibekali dua nozzle yang bisa bekerja secara independen. Pengguna bisa menggandakan hasil cetakan untuk produksi massal, atau membuat versi mirror untuk kebutuhan kiri-kanan.

Yang lebih menarik, ada tujuh toolhead yang bisa dipasang. Satu toolhead bersifat tetap, sementara enam lainnya bisa ditukar. Proses pergantiannya hanya butuh lima detik, dan toolhead yang tidak dipakai tetap dijaga panasnya sehingga langsung siap cetak saat dipasang.

Dengan skema ini, setiap nozzle bisa menggunakan material berbeda. Pengguna bisa menggabungkan material larut air untuk support structure, atau mencetak multi-warna tanpa membuang banyak material. Sovol mengklaim sistem ini lima kali lebih cepat dan hampir tanpa limbah dibandingkan printer multi-warna lain.

Kecepatan Tinggi dan Fitur Anti-Gagal Cetak

Performa M1D juga patut diperhitungkan. Setiap nozzle sanggup melaju hingga 600 mm per detik dengan akselerasi 10.000 mm per detik kuadrat. Volume cetaknya mencapai 300 x 300 x 350 mm.

Untuk mencegah kegagalan cetak, Sovol membenamkan sejumlah fitur. Ada automatic bed leveling dengan sensor eddy current yang terintegrasi dengan kompensasi sumbu Z, kamera di sumbu X/Y, kompensasi getaran, dan kamera ruang 720p. Kamera ruang ini nantinya akan mendapat pembaruan firmware untuk deteksi obstruksi dan deteksi "spaghetti" (hasil cetak yang kusut) berbasis AI.

Karena berbasis open-source, M1D tidak terkunci pada perangkat lunak tertentu. Secara bawaan, printer ini menggunakan OrcaSlicer, bukan software proprietary seperti milik Bambu Lab. Ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang suka bereksperimen dan memodifikasi.

Dua Varian: Essential dan Advanced

Sovol menjual M1D dalam dua varian. Varian Essential dibanderol USD 1.299 (sekitar Rp 21,4 juta), dan varian Advanced dengan harga USD 1.599 (sekitar Rp 26,4 juta). Perbedaan utamanya ada pada ruang cetak yang dipanaskan hingga 60 derajat Celcius di varian Advanced.

Ruang panas ini memungkinkan M1D Advanced mencetak material teknik seperti ASA, PA (poliamida), dan PC (polikarbonat) yang butuh suhu lingkungan stabil. Material-material ini dikenal kuat dan tahan panas, cocok untuk aplikasi fungsional.

Kapan Bisa Dipesan?

Kickstarter memang punya risiko, tapi rekam jejak Sovol cukup baik. Perusahaan ini sudah merilis beberapa printer yang berkualitas baik. Pengiriman unit dijadwalkan mulai November tahun ini.

M1D adalah pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan fleksibilitas multi-material tanpa harus mengorbankan kecepatan, atau bagi mereka yang ingin bereksperimen dengan desain IDEX dan tool-changer. Dengan harga yang kompetitif dan platform open-source, printer ini bisa menjadi primadona baru di kalangan enthusiast.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomshardware.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks