Pencarian

Curling Iron Sama Sehatnya dengan Air Styler? Ini Kata Pendiri T3 Soal Mitos Alat Styling Rambut

Jumat, 31 Juli 2026 • 01:49:31 WIB
Curling Iron Sama Sehatnya dengan Air Styler? Ini Kata Pendiri T3 Soal Mitos Alat Styling Rambut
Ahli rambut sebut curling iron sama sehatnya dengan air styler jika digunakan dengan teknik dan material yang tepat.

KALIMANTAN BARAT — Selama ini, panas dianggap musuh utama rambut sehat. Tapi Dr. Julie Chung, co-founder T3, punya pandangan berbeda. "Panas secara umum telah didemonisasi secara tidak tepat," katanya dalam wawancara eksklusif.

Menurutnya, banyak wanita salah kaprah dengan menghindari panas sama sekali. "Mereka pikir, 'Oh panas itu buruk, saya akan biarkan rambut kering sendiri setelah keramas,'" ujar Chung. Padahal, rambut justru paling rapuh saat basah. "Tensile strength menurun, rambut lebih mudah patah. Belum lagi hasilnya jadi kusut dan terlihat tidak sehat," jelasnya.

Air Styler vs Curling Iron: Mitos yang Perusak Rambut

Popularitas air styler seperti Dyson Airwrap memicu anggapan bahwa alat ini pasti lebih aman. Chung tidak setuju. "Kategori air styler memang berkembang besar, tapi saya tidak sepakat bahwa air curling selalu lebih baik dari curling iron," tegasnya.

Menurut Chung, kunci kesehatan rambut bukan pada jenis alatnya, melainkan teknik penggunaannya. "Curling iron bisa sama sehatnya dengan air styling. Semua tergantung berapa kali Anda melewati rambut dengan alat tersebut dan seberapa mahir Anda," tambahnya. Alat panas tidak otomatis buruk, asal digunakan dengan benar.

Kunci Rambut Sehat: Pilih Material Bukan Suhu Maksimal

Jika Anda memilih curling iron atau straightener, Chung menyarankan untuk memperhatikan materialnya. "Kuncinya ada di keramik. Di T3 Aire 360, kami menggunakan lapisan keramik, bukan plastik, karena keramik konduktor panas yang lebih baik," jelasnya.

T3 mengklaim memiliki campuran keramik proprietary yang mendistribusikan panas secara merata tanpa hot spot. "Kombinasi dengan far-infrared heat memberikan panas yang lebih lembut," imbuh Chung. Ini berarti rambut tidak terpapar suhu ekstrem di satu titik.

Kesalahan Fatal Saat Pakai Hair Dryer

Chung juga menyoroti kebiasaan buruk penggunaan hair dryer. "Kebanyakan orang menyalakan pengering di kecepatan dan suhu tertinggi setiap hari. Itu tidak perlu dan sangat merusak," tegasnya. Ia menyebut praktik stylist salon yang butuh kecepatan tinggi untuk blowout cepat tidak relevan untuk pemakaian harian.

Masalah lain adalah penggunaan concentrator tanpa berpikir panjang, lalu mengarahkan panas ke satu titik dengan sikat bundar. "Itu sangat merusak jika dilakukan berulang kali," peringatnya. Efek "wind tunnel" saat mengeringkan rambut kasar juga membuat rambut kering dan kehilangan kelembaban tanpa menutup kutikula.

Solusi Soft Air: Volume Besar, Suhu Rendah

T3 punya solusi bernama Soft Air, konsep yang sudah ada sejak produk pertama mereka. "Kami mengirimkan volume udara lebih besar dengan suhu lebih rendah. Rambut kering cepat, tapi kelembabannya tetap terjaga," jelas Chung.

Tim T3 mendesain ulang bentuk concentrator dan barrel dryer agar udara keluar dalam volume lebih besar, bukan semburan padat. Saat dikombinasikan dengan ion, Soft Air juga mengurangi kusut statis. Uji coba pada T3 Afar menunjukkan hembusan angin terasa lebih lembut, memang lebih lambat dari Dyson Supersonic Nural, tapi rambut terasa lebih lembut dan tidak kusut.

Kesimpulannya, alat styling panas bukan musuh. Yang penting adalah teknik, material alat, dan pengaturan suhu yang tepat. Mungkin sudah waktunya Anda mengeluarkan kembali curling iron dari laci.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techradar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks