PONTIANAK — Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama sektor jasa disebut sebagai tulang punggung penyerapan tenaga kerja di Kota Pontianak. Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menegaskan dominasi dua sektor itu dalam pernyataan resmi yang dikutip baru-baru ini.
Kontribusi UMKM dan Jasa Capai Angka Signifikan
Menurut Edi, kontribusi UMKM dan sektor jasa terhadap lapangan kerja di Pontianak sangat dominan jika dibandingkan sektor lainnya. Ia menyebut sektor ini mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar karena sifatnya yang fleksibel dan tersebar di seluruh kelurahan.
“Sektor UMKM dan jasa memang mendominasi lapangan kerja di Pontianak. Ini yang harus terus kita dorong,” ujar Edi dalam keterangannya.
Apa Langkah Pemkot Selanjutnya?
Pemerintah Kota Pontianak tidak hanya berhenti pada pernyataan. Edi mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat ekosistem UMKM, mulai dari akses permodalan hingga pelatihan digitalisasi usaha.
Program-program itu diarahkan agar UMKM naik kelas dan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal. Pemkot juga mendorong pelaku usaha jasa untuk memperluas jangkauan pasar mereka.
UMKM Jadi Jaring Pengaman Ekonomi Warga
Dominasi sektor UMKM dan jasa ini dinilai krusial di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Keberadaan warung, bengkel, jasa kuliner, dan berbagai usaha mikro lainnya menjadi jaring pengaman ekonomi bagi warga Pontianak.
“Kita ingin UMKM bukan hanya bertahan, tapi juga berkembang. Ini soal perut banyak orang,” tambah Edi.
Pemkot Pontianak menargetkan pertumbuhan sektor UMKM dan jasa bisa lebih masif dengan dukungan infrastruktur digital dan kemudahan perizinan. Hingga saat ini, data pasti jumlah tenaga kerja yang terserap di dua sektor tersebut masih dalam tahap pendataan oleh dinas terkait.