Pencarian

OpenAI Izinkan Pemerintah AS Uji Model AI Sebelum Dirilis ke Publik, Begini Aturannya

Jumat, 05 Juni 2026 • 21:11:32 WIB
OpenAI Izinkan Pemerintah AS Uji Model AI Sebelum Dirilis ke Publik, Begini Aturannya
OpenAI setuju menyerahkan model AI terbaru untuk ditinjau pemerintah AS sebelum dirilis ke publik.

KALIMANTAN BARAT — OpenAI akan menyerahkan model AI terbarunya untuk ditinjau oleh regulator Amerika Serikat sebelum diperkenalkan ke publik. Langkah ini diumumkan langsung oleh George Osborne, kepala urusan negara OpenAI, dalam wawancara dengan CNBC. "Sudah sepantasnya pemerintah demokratis memiliki peran besar dalam bagaimana teknologi ini digunakan dan diterapkan," ujar Osborne.

Latar Belakang: Perintah Eksekutif yang 'Diperhalus'

Kebijakan ini bermula dari perintah eksekutif (executive order) yang diteken Donald Trump awal pekan ini. Aturan itu mewajibkan pengawasan pemerintah terhadap model AI canggih demi memastikan keamanannya. Namun, proses penyusunannya tidak mulus. Laporan menyebut perintah tersebut sempat tertunda dan isinya 'diencerkan' setelah mendapat tekanan dari industri teknologi. Trump sendiri mengaku "tidak menyukai aspek tertentu" dari draf awal.

Draf original yang disusun bersama berbagai pemangku kepentingan sebenarnya berusaha menyeimbangkan kekhawatiran industri dengan keselamatan publik. Dalam draf itu, perusahaan diwajibkan menyerahkan model AI 90 hari sebelum rilis publik, meskipun partisipasinya bersifat sukarela. Tokoh industri seperti David Sacks dan Elon Musk disebut-sebut memperingatkan bahwa aturan ketat bisa membuat efek dingin (chilling effect) pada inovasi AI.

Aturan Baru: 30 Hari dan Sifat Sukarela

Trump dan tim penasihatnya kemudian menyusun aturan baru yang lebih ringkas. Waktu peninjauan model AI dipangkas drastis dari 90 hari menjadi hanya 30 hari. Lebih penting lagi, perintah ini tidak lagi mewajibkan, melainkan hanya meminta (requests) perusahaan AI berpartisipasi dalam proses benchmarking.

Proses ini bertujuan menilai kemampuan siber canggih dari model AI dan menentukan apakah model tersebut perlu dikategorikan sebagai "covered frontier model". Status tersebut berpotensi membatasi distribusi dan penjualan model AI yang dianggap berisiko tinggi. OpenAI, melalui pernyataan Osborne, menjadi salah satu perusahaan pertama yang secara terbuka menyatakan kepatuhan terhadap aturan baru ini.

Reaksi: Antara Dukungan dan Kritik Tajam

Keputusan OpenAI disambut positif oleh kubu yang menginginkan pengawasan lebih ketat. Osborne menambahkan, "Apa yang kami sarankan kepada pemerintah adalah untuk membentuk badan regulator yang kuat, namun dengan fleksibilitas besar dalam cara mereka beroperasi di masa depan."

Namun, di sisi lain, aturan yang sudah diperhalus ini menuai kritik. Banyak pihak menilai kebijakan tersebut masih terlalu lemah untuk mengawasi model AI yang berpotensi berbahaya. "Ini adalah kebijakan yang mengecewakan dan mencerminkan pola umum pemerintahan Trump yang menciptakan lingkungan 'wild west' bagi pengembangan AI," ujar Rep. Don Beyer (D, VA), yang ikut memimpin kelompok anggota parlemen yang fokus pada isu AI.

Apa Artinya Bagi Pengguna Teknologi?

Bagi konsumen, terutama pengguna awal (early adopters) di Indonesia, kebijakan ini memiliki implikasi jangka panjang. Proses review oleh pemerintah AS berarti ada lapisan keamanan tambahan sebelum model AI seperti GPT terbaru bisa digunakan secara luas. Ini bisa berarti jeda waktu antara pengumuman dan ketersediaan publik, namun juga berpotensi menekan risiko penyalahgunaan teknologi.

Di sisi lain, sifat sukarela dari aturan ini menimbulkan pertanyaan: apakah perusahaan lain akan mengikuti jejak OpenAI? Jika tidak, konsumen mungkin akan dihadapkan pada standar keamanan yang berbeda antar produk AI. Regulasi ini juga menjadi preseden bagi negara lain, termasuk Indonesia, dalam merumuskan kebijakan serupa di masa depan.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Regulasi AI AS

Apakah aturan ini berlaku untuk semua perusahaan AI?
Tidak. Perintah eksekutif Trump bersifat meminta (requests) partisipasi sukarela, bukan mewajibkan. OpenAI memilih untuk mematuhinya, namun belum ada kepastian apakah perusahaan lain seperti Google atau Meta akan melakukan hal yang sama.

Apa yang dimaksud dengan "covered frontier model"?
Ini adalah status yang bisa disematkan pada model AI yang dinilai memiliki kemampuan siber sangat canggih dan berisiko tinggi. Jika sebuah model mendapat status ini, distribusi dan penjualannya bisa dibatasi oleh pemerintah. Proses benchmarking selama 30 hari akan menentukan apakah sebuah model masuk dalam kategori ini.

Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks