Pencarian

Lenggang Wastra Kalbar Berdaya 2026, Bengkayang Juara Pertama dengan Motif Ruwe Sangkabangk

Kamis, 04 Juni 2026 • 16:20:31 WIB
Lenggang Wastra Kalbar Berdaya 2026, Bengkayang Juara Pertama dengan Motif Ruwe Sangkabangk
Kabupaten Bengkayang meraih juara pertama dengan motif Wastra Ruwe Sangkabangk pada Lenggang Wastra Kalbar Berdaya 2026.

PONTIANAK — Lenggang Wastra Kalbar Berdaya 2026 sukses menyedot perhatian publik. Ajang peragaan busana yang digelar di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Senin malam (2/6/2026), mempertemukan puluhan peserta dari seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut. Mereka berlomba menampilkan kain tradisional dalam balutan desain modern dan elegan.

Bengkayang Juara Pertama, Ketapang di Posisi Kedua

Dewan juri akhirnya memutuskan Wastra Motif Ruwe Sangkabangk asal Kabupaten Bengkayang sebagai yang terbaik. Perolehan nilai 14,5 persen mengantarkan daerah itu meraih predikat Best Performance I. Posisi kedua ditempati Kabupaten Ketapang dengan nilai 14,3 persen lewat Batik Motif Sulur Bunga Pesisir Gemilang. Sementara Kabupaten Sambas menempati urutan ketiga dengan nilai 13,9 persen melalui Kain Lunggi dan Kain Cual.

Apresiasi Ketua Dekranasda: Bukan Sekadar Lomba

Ketua Dekranasda Kalbar Erlina Ria Norsan menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme dan inovasi para peserta. Menurutnya, Lenggang Wastra Kalbar Berdaya bukan sekadar kompetisi peragaan busana, melainkan bagian dari upaya nyata menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.

"Wastra adalah identitas budaya yang menyimpan nilai seni, filosofi, dan kekayaan lokal yang luar biasa. Melalui ajang ini, para peserta telah menunjukkan bahwa kain tradisional dapat hadir sebagai karya yang anggun, modern, dan memiliki daya saing," ujar Erlina saat menyerahkan apresiasi kepada para peserta yang meraih predikat Best Performance.

Dampak Ekonomi bagi Perajin dan UMKM

Erlina menegaskan, penguatan ekosistem wastra daerah tidak hanya berdampak pada pelestarian budaya, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi para perajin dan pelaku UMKM. Meningkatnya minat masyarakat terhadap penggunaan busana berbasis wastra, lanjutnya, akan membuka peluang lebih besar bagi perajin lokal.

"Ini menjadi momentum untuk memperkuat produksi, kualitas, dan pemasaran kain tenun, batik, maupun songket khas daerah," jelasnya.

Pesan Erlina: Jadikan Wastra Bagian Gaya Hidup Sehari-hari

Erlina juga berpesan agar prestasi yang diraih para pemenang tidak berhenti pada penghargaan semata. Ia mendorong mereka untuk terus berinovasi serta memperluas pengenalan wastra Kalimantan Barat kepada masyarakat luas. "Prestasi ini adalah awal. Tantangan berikutnya adalah bagaimana memastikan wastra daerah tidak hanya melenggang di atas panggung, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup dan pilihan busana masyarakat sehari-hari," katanya.

Melalui ajang tersebut, Dekranasda Kalbar berharap semangat pelestarian dan pengembangan wastra daerah terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan dukungan seluruh pihak, produk budaya khas Kalimantan Barat diharapkan semakin dikenal luas dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Bagikan
Sumber: suarakalbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks