BENGKAYANG — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan dukungan sarana dan prasarana pertanian bagi petani di Kabupaten Bengkayang guna mengoptimalkan potensi sektor pangan. Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyatakan bantuan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan mendesak yang telah diusulkan oleh kelompok tani setempat.
Krisantus menjelaskan bahwa skema pembiayaan bantuan ini sedang disusun agar bisa masuk dalam postur anggaran daerah terdekat. Pemerintah provinsi berupaya mengakomodasi usulan tersebut melalui Perubahan APBD 2026, atau paling lambat pada APBD murni tahun 2027.
Kapan Bantuan Alat Pertanian Bengkayang Direalisasikan?
"Kalau sempat di Perubahan Anggaran akan kita akomodir, kalau tidak ya tentu di APBD tahun 2027," ujar Krisantus Kurniawan saat meninjau gerakan tanam jagung di Bengkayang, Jumat.
Langkah ini diambil mengingat posisi strategis Bengkayang sebagai penopang utama kebutuhan pangan di Kalimantan Barat. Krisantus menilai, pengembangan sektor pertanian di wilayah ini harus dilakukan secara masif karena sebagian besar kebutuhan pangan provinsi selama ini bergantung pada hasil bumi dari Bengkayang.
Hingga saat ini, Bengkayang menjadi satu-satunya wilayah di Kalbar yang secara konsisten mempertahankan status sebagai sentra pangan daerah. Oleh karena itu, intervensi berupa bantuan alat mesin pertanian (alsintan) menjadi prioritas untuk menjaga tren positif produksi tersebut.
Ambisi Menembus Pasar Pangan Nasional
Saat ini, luas lahan jagung di Kabupaten Bengkayang telah mencapai sekitar 25 ribu hektare. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong agar cakupan lahan ini terus diperluas untuk memperkuat status daerah tersebut sebagai lumbung pangan yang tidak hanya dominan di tingkat lokal.
"Maunya saya bukan hanya juara di Kalimantan Barat, tapi juara di Indonesia menjadi sentra pangan," tegas Krisantus.
Pihak provinsi optimistis target tersebut realistis mengingat Bengkayang memiliki keunggulan komparatif dari sisi luas lahan dan kesiapan sumber daya manusia. Dukungan pemerintah akan difokuskan pada modernisasi alat agar petani bisa beralih dari metode tradisional ke mekanisasi yang lebih efisien.
Optimalisasi Ekspor Melalui Pelabuhan Kijing
Kehadiran Pelabuhan Kijing yang akan beroperasi penuh menjadi variabel penting dalam skema perdagangan hasil bumi dari Bengkayang. Fasilitas pelabuhan ekspor-impor ini dinilai membuka pintu bagi komoditas lokal untuk langsung merambah pasar internasional tanpa melalui rantai distribusi yang panjang.
Wagub mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bengkayang untuk mengambil peran aktif dalam mengelola rantai pasok ekspor tersebut. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus menyejahterakan petani melalui harga jual yang lebih kompetitif di pasar global.
Selain infrastruktur, pemerintah menjamin kepastian pasar bagi hasil panen petani, terutama untuk komoditas padi dan jagung. Krisantus mengingatkan warga agar tidak ragu menekuni sektor pertanian karena harga pembelian sudah ditetapkan melalui mekanisme Bulog.
"Marilah kita bertani, pekerjaan petani adalah pekerjaan yang bermartabat, yang bisa diandalkan dalam menopang kehidupan keluarga maupun pembangunan daerah di Provinsi Kalimantan Barat," pungkasnya.