PT Waskita Karya (Persero) Tbk membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp3,1 triliun pada kuartal I 2026 sebagai langkah awal menjaga keberlanjutan kinerja sepanjang tahun. Capaian ini didorong oleh dominasi proyek pemerintah pusat yang mencapai 60,2 persen dari total perolehan kontrak.
Emiten konstruksi pelat merah berkode saham WSKT ini mulai menunjukkan arah baru dalam pemilihan portofolio proyeknya. Perseroan kini menerapkan prinsip kehati-hatian yang lebih ketat guna memastikan arus kas tetap sehat dan meminimalisir risiko keuangan di masa mendatang.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menegaskan bahwa manajemen kini jauh lebih selektif dalam memilah tender yang akan diikuti. Fokus utama perseroan bukan lagi pada proyek investasi yang membutuhkan modal besar di awal, melainkan pada proyek dengan kepastian pembayaran yang lebih lancar.
"Kami tetap selektif dalam memilih proyek yang akan dikerjakan. Waskita Karya menghindari proyek investasi dan berfokus pada proyek skema monthly payment serta memiliki uang muka," ujar Ermy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/5).
Strategi Selektif dan Skema Pembayaran Bulanan
Langkah manajemen untuk memprioritaskan proyek dengan skema pembayaran bulanan ini tercermin dari komposisi perolehan kontrak. Selain dominasi pemerintah pusat, proyek swasta berkontribusi sebesar 17,1 persen, diikuti oleh proyek pemerintah daerah sebesar 8,9 persen, dan porsi dari anak usaha mencapai 13,7 persen.
Dari sisi jenis pekerjaan, infrastruktur konektivitas seperti jalan dan jembatan masih menjadi tulang punggung dengan porsi 46 persen. Sementara itu, pembangunan infrastruktur air menyumbang 33,9 persen dan proyek gedung tercatat sebesar 6,3 persen dari total nilai kontrak baru.
Beberapa penugasan strategis yang sedang digarap perseroan saat ini terkonsentrasi di wilayah Aceh. Waskita menangani penataan kawasan pascabencana di Aceh Tamiang, Aceh Utara, hingga Aceh Timur. Di wilayah yang sama, perseroan juga melakukan penanganan darurat di ruas Kota Bireuen-Kota Takengon serta pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Aceh Tengah.
Ekspansi Luar Negeri dan Optimisme Anggaran
Di pasar internasional, Waskita Karya terus memperkuat jejaknya dengan melanjutkan pembangunan Terminal Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato (PNLIA) di Timor Leste. Proyek pengembangan bandara ini telah dimulai sejak tahun lalu dan menjadi bukti kemampuan perseroan dalam bersaing di kancah global.
Manajemen optimistis target perolehan kontrak hingga akhir tahun akan terus bertambah. Keyakinan ini didasari oleh kenaikan signifikan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjadi Rp118,5 triliun, dari pagu indikatif awal 2026 yang sebesar Rp70,86 triliun.
Dalam satu dekade terakhir, Waskita telah membangun 92 jalan tol, 30 bendungan, 41 irigasi, serta berbagai fasilitas publik seperti 20 rumah sakit dan 15 sarana pendidikan. Pengalaman ini menjadi modal penting bagi perseroan untuk mendukung program prioritas Presiden, termasuk pengentasan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kualitas pendidikan melalui pemerataan infrastruktur.
Guna memastikan setiap proyek berjalan optimal, Waskita juga memperkuat tata kelola perusahaan dan manajemen risiko. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan memacu penyerapan tenaga kerja lokal di setiap lokasi proyek untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan di daerah.