Pencarian

MPR Minta Maaf soal Penilaian Lomba Cerdas Cermat di Pontianak, Juri Dinilai Lalai hingga Kurangi Skor Peserta

Selasa, 12 Mei 2026 • 15:33:54 WIB
MPR Minta Maaf soal Penilaian Lomba Cerdas Cermat di Pontianak, Juri Dinilai Lalai hingga Kurangi Skor Peserta
Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian juri dalam LCC Empat Pilar di Pontianak.

PONTIANAK — Polemik dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat berujung pada permintaan maaf resmi dari pimpinan MPR. Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyebut dewan juri lalai dalam proses penilaian, sehingga memicu protes dari peserta.

Akbar menyampaikan permohonan maaf dalam keterangan resmi MPR RI, Senin (11/5/2026). Ia menegaskan insiden ini akan menjadi catatan penting untuk perbaikan pelaksanaan lomba ke depan.

“Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini,” kata Akbar.

Kronologi Pengurangan Nilai yang Memicu Protes

Final LCC Empat Pilar di Pontianak diikuti sembilan sekolah menengah atas se-Kalimantan Barat. Tiga sekolah yang lolos ke babak final adalah SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.

Polemik muncul saat sesi rebutan jawaban. Pertanyaan yang diajukan: “DPR dalam memilih anggota BPK, wajib memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?”

Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjadi peserta pertama yang menjawab. Seorang siswi menjawab: “Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.”

Namun, dewan juri justru memberikan pengurangan nilai sebesar lima poin kepada Regu C. Pertanyaan kemudian dilempar ke regu lain dan dijawab oleh Regu B dari SMAN 1 Sambas.

MPR Akui Ada Unsur Kelalaian Teknis

Akbar menyayangkan polemik penilaian ini. Ia mengingatkan pentingnya juri bersikap objektif dan responsif terhadap keberatan peserta di lapangan.

Menurut Akbar, insiden ini tidak hanya soal penilaian, tetapi juga menyangkut aspek teknis tata suara dan mekanisme banding yang dinilai lemah. Bahkan, ia mengaku sempat mendengar adanya peristiwa serupa pada pelaksanaan tahun lalu di provinsi lain.

“Saya melihat, Lomba Cerdas Cermat ini perlu dievaluasi supaya lebih baik. Jangan ada lagi kejadian seperti ini,” ujar dia.

Janji Tindak Lanjut dan Evaluasi Sistem

Pimpinan MPR unsur DPD RI itu memastikan pihaknya akan menindaklanjuti kejadian tersebut secara serius. Evaluasi akan mencakup keseluruhan kinerja dewan juri dan sistem perlombaan LCC Empat Pilar.

“Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini,” kata Akbar menegaskan kembali dalam keterangannya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak sekolah yang terdampak, termasuk SMAN 1 Pontianak, terkait langkah yang akan mereka ambil setelah insiden tersebut.

Bagikan
Sumber: nasional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks