MEMPAWAH — Pemkab Mempawah menempatkan kesiapan sumber daya manusia lokal sebagai prioritas dalam penyusunan RAPBD 2027, menyusul beroperasinya Proyek Strategis Nasional di kawasan Sungai Kunyit. Bupati Erlina menyampaikan hal itu saat menjawab pandangan umum fraksi-fraksi DPRD, dengan menekankan bahwa kehadiran industri besar harus memberi dampak langsung bagi warga sekitar.
Pemerintah daerah mendorong perusahaan yang beroperasi di Mempawah memprioritaskan tenaga kerja lokal. Erlina mengingatkan peluang itu perlu diimbangi kesiapan kualitas, etika, dan etos kerja.
Pendidikan Diarahkan ke Bidang Teknis Industri
Arah pendidikan dan pengembangan keahlian anak-anak Mempawah mulai diarahkan secara strategis. Pemerintah mendorong penguasaan keilmuan spesifik yang mendukung sektor industri modern, seperti teknik, kimia terapan, fisika terapan, hingga pertambangan dan teknologi pengolahan.
Peningkatan kompetensi ditempuh lewat fasilitasi pemerintah maupun inisiatif mandiri warga. "Kita semua harus kompak bertekad membangun branding: bahwa masyarakat Mempawah adalah tenaga kerja terampil yang memiliki etika kerja tinggi, profesional, serta memiliki loyalitas kuat terhadap pembangunan daerahnya sendiri," ujar Erlina.
Lima Indikator Makro yang Dipatok untuk 2027
Pemkab Mempawah menetapkan sasaran pembangunan yang realistis agar pertumbuhan ekonomi berjalan seiring pemerataan kesejahteraan. Erlina merinci lima indikator kinerja utama yang menjadi acuan:
- Laju Pertumbuhan Ekonomi ditargetkan meningkat pada kisaran 8,85–10 persen
- Tingkat Pengangguran Terbuka ditargetkan turun ke 4,58 persen
- Tingkat Kemiskinan ditekan hingga 4,10 persen
- Gini Rasio membaik menjadi 0,2298
- Indeks Pembangunan Manusia naik mencapai 71,23
Seluruh target makro itu diterjemahkan ke dalam Delapan Program Kerja Prioritas. Cakupannya meliputi penguatan ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya air dan sistem penyediaan air minum (SPAM), peningkatan mutu pendidikan serta kesehatan perorangan dan masyarakat.
Program lain menyentuh penataan kawasan industri, perumahan, mitigasi bencana, hingga perlindungan dan pemberdayaan sosial serta UMKM.
Empat Terobosan PAD Tanpa Membebani Warga
Fluktuasi dana transfer dari pemerintah pusat membuat kemandirian fiskal menjadi keharusan. Pemkab Mempawah menyusun strategi penguatan PAD 2027 lewat empat terobosan yang diklaim tidak mencederai daya beli masyarakat maupun memberatkan pelaku usaha lokal.
Pertama, ekstensifikasi dan intensifikasi pajak serta retribusi dengan memperluas basis data potensi pajak secara akurat. Cakupannya mencakup Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) seperti tenaga listrik, makanan dan minuman, perhotelan, parkir, hiburan, serta Opsen Pajak Kendaraan Bermotor.
Kedua, restrukturisasi berlandaskan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). Pemkab memastikan penetapan tarif tidak melampaui batas dan tidak membebani masyarakat.
Ketiga, digitalisasi pelayanan publik melalui sistem pembayaran pajak dan retribusi digital. Langkah itu untuk menutup celah kebocoran anggaran, meningkatkan transparansi, dan memudahkan akses wajib pajak.
Keempat, insentif fiskal dan kemitraan aset. Pemkab memberikan keringanan atau insentif pajak bagi pelaku usaha, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah melalui skema kerja sama produktif dengan pihak ketiga.
Erlina menyebut kebijakan APBD 2027 mencerminkan kematangan dalam meramu kebijakan publik yang cerdas dan berpihak pada masyarakat. Dokumen RAPBD kini menunggu pembahasan lanjutan bersama DPRD Mempawah.