SANGGAU — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat terus memperkuat layanan kelistrikan bagi sektor industri di Kabupaten Sanggau. Melalui UP3 Sanggau, perusahaan menyalakan listrik berdaya 555.000 VA untuk mendukung operasional pabrik kelapa sawit PT Agrina Sawit Perdana (PT ASP).
Energize sambungan baru ini dilakukan di Jalan Raya Sanggau-Sekadau pada Rabu (2/9/2026). Tambahan daya tersebut diharapkan mampu menjaga rantai produksi CPO tetap berjalan stabil tanpa hambatan pasokan listrik.
Kebutuhan Listrik Pabrik CPO Kian Besar
Manager Mill PT ASP, Bintar Simamora, menyampaikan apresiasinya atas respons cepat PLN. Ia menilai pasokan dengan kapasitas tersebut menjadi faktor krusial bagi kelangsungan proses produksi di pabriknya.
“Suplai listrik dari PLN merupakan salah satu faktor penting dalam keberlangsungan operasional mill kami. Dengan kapasitas 555.000 VA, kami optimistis proses pengolahan CPO dapat berjalan lebih efisien dan stabil, sehingga mendukung pencapaian target produksi serta pengembangan usaha ke depan,” ujar Bintar.
PLN Pastikan Prosedur Sesuai Standar Keselamatan
Manager PLN UP3 Sanggau, Hendy Gita Wedhatama, menegaskan bahwa proses penyambungan untuk PT ASP telah melalui prosedur yang berlaku. Aspek keselamatan dan keandalan jaringan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pengerjaan.
“Setiap proses penyambungan kami pastikan berjalan sesuai standar dan prosedur yang berlaku, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keandalan. Kami ingin memastikan kebutuhan listrik pelanggan dapat terpenuhi dengan baik sehingga aktivitas usahanya dapat berjalan optimal,” kata Hendy.
Hendy menambahkan, pihaknya terbuka untuk berkolaborasi dengan pelaku usaha di wilayah kerjanya. PLN tidak hanya berhenti pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga ingin menjadi bagian dari ekosistem pertumbuhan ekonomi Sanggau.
Dukungan untuk Hilirisasi Sawit di Kalimantan Barat
General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria Goretti Indrawati Gunawan, menyebut penyambungan ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong hilirisasi komoditas kelapa sawit. Keandalan listrik menjadi fondasi agar industri pengolahan di daerah bisa naik kelas.
“PLN tidak hanya menyalurkan listrik, tetapi juga menghadirkan energi bagi tumbuhnya industri, meningkatnya produktivitas, dan menguatnya daya saing daerah. Kami berkomitmen memastikan kebutuhan kelistrikan dunia usaha terpenuhi, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan masyarakat Kalimantan Barat,” ujar Maria.
Momentum Hari Pelanggan Nasional 2026 menjadi pengingat bagi PLN untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Perusahaan menargetkan pasokan yang lebih andal dan responsif bagi seluruh segmen pelanggan, dari rumah tangga hingga industri besar.