Pencarian

Bulog Kalimantan Barat Kejar Target Serapan Jagung 16.400 Ton, Bengkayang Jadi Andalan Panen Agustus-Oktober

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 20:05:32 WIB
Bulog Kalimantan Barat Kejar Target Serapan Jagung 16.400 Ton, Bengkayang Jadi Andalan Panen Agustus-Oktober
Perum Bulog Kalimantan Barat mempercepat penyerapan jagung pipilan kering untuk mengejar target 16.400 ton pada semester II 2026.

Perum Bulog Kalimantan Barat mempercepat penyerapan jagung pipilan kering pada semester II 2026 setelah realisasi baru mencapai 1.553 ton atau sekitar 9,7 persen dari target tahunan 16.400 ton. Kabupaten Bengkayang menjadi prioritas utama karena potensi produksinya mencapai sekitar 14.000 ton pada periode panen Agustus-Oktober.

BENGKAYANG — Perum Bulog Kalimantan Barat menggenjot penyerapan jagung pipilan kering pada semester II 2026 untuk mengejar target 16.400 ton. Hingga saat ini, realisasi serapan baru mencapai 1.553 ton atau sekitar 9,7 persen dari target tahunan.

Kabupaten Bengkayang ditempatkan sebagai wilayah andalan karena berdasarkan pemetaan Bulog, potensi produksi jagung di daerah itu mencapai sekitar 14.000 ton pada periode panen Agustus-Oktober.

Tim Kecil Dibentuk untuk Sinkronisasi Data Lapangan

Kepala Perum Bulog Cabang Singkawang Noldi Ramayadi mengatakan percepatan penyerapan pada semester II menjadi perhatian utama. Salah satu langkah yang disiapkan adalah membentuk tim kecil untuk melakukan sinkronisasi data lapangan.

Tim tersebut akan memastikan kesesuaian antara data luas tanam, potensi produksi, jadwal panen, dan kemampuan penyerapan Bulog. Akurasi data menjadi dasar dalam menentukan strategi penyerapan, termasuk memetakan lokasi panen dan memperkirakan volume jagung yang akan tersedia.

Harga Pembelian Pemerintah Rp 6.400 per Kilogram

Bulog juga meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada petani jagung di Kabupaten Bengkayang mengenai mekanisme penyerapan dan persyaratan jagung yang dapat dibeli. Petani dapat menjual jagung sesuai harga pembelian pemerintah sebesar Rp 6.400 per kilogram dengan syarat kadar air maksimal 14 persen dan kandungan aflatoksin maksimal 50 parts per billion (ppb).

"Peran koordinator penyuluh dan PPL di setiap desa sangat penting untuk mengawasi tanaman jagung yang sudah diberikan benihnya kepada petani sehingga hasil panennya nanti dapat diserap Bulog," ujar Noldi di Bengkayang, Sabtu.

Polres Bengkayang Manfaatkan Lahan Eks PETI

Wakapolres Bengkayang Kompol Suparwoto menyatakan pihaknya mendukung peningkatan produksi dan penyerapan jagung melalui pemetaan lahan, pengecekan lapangan, serta pembaruan data produksi. Polres Bengkayang memanfaatkan sejumlah lahan eks pertambangan emas tanpa izin (PETI) untuk pengembangan jagung.

"Secara kuantitas geografis, Kabupaten Bengkayang sangat baik dalam mengelola pertumbuhan jagung, tetapi target penyerapan ke Bulog terkadang masih belum tercapai," kata Suparwoto.

Kabupaten Bengkayang mendapat dukungan benih untuk areal sekitar 4.700 hektare yang telah didistribusikan hingga tingkat kecamatan dan desa.

Singkawang Siapkan Lahan 400 Hektare

Penguatan serapan juga dilakukan di Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas sebagai wilayah kerja Bulog Singkawang. Kapolres Singkawang yang diwakili Kabag SDM Polres Singkawang Kompol Tomy C mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan produksi jagung.

Polres Singkawang saat ini menyiapkan lahan pengembangan jagung seluas 105 hektare di Singkawang Selatan dan 57,5 hektare di Singkawang Timur, dengan target pengembangan mencapai 400 hektare.

Selain jagung, Bulog juga akan melakukan sosialisasi kepada petani gabah di Kecamatan Capkala, Sungai Raya, dan sejumlah sentra padi lainnya di Kabupaten Bengkayang untuk meningkatkan penyerapan gabah di daerah itu.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks