MEMPAWAH — Ratusan warga Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, melaksanakan Shalat Istisqa di halaman Kantor Camat Segedong, Kamis (3/9/2026) pagi. Mereka berharap hujan segera turun untuk mengatasi kabut asap yang pekat akibat karhutla di wilayah tersebut.
Kegiatan ini bukan hanya diikuti masyarakat umum. Unsur pemerintah kecamatan, Kepolisian Sektor Segedong, Koramil 1201 Jungkat-Segedong, hingga personel Yon Kav 12/Beruang Cakti turut hadir membaur dalam satu saf.
Dihadiri Tenaga Kesehatan hingga Pelajar
Pantauan di lokasi, jamaah yang hadir juga berasal dari Puskesmas Rawat Jalan Segedong, Kantor Urusan Agama (KUA), serta kepala desa dan perangkat desa se-Kecamatan Segedong. Tenaga pendidik, pelajar, dan tokoh agama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), hingga Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) tak ketinggalan.
Organisasi masyarakat seperti Karang Taruna, PKK, BPD, PMI, Damkar, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) juga ikut berpartisipasi. Kehadiran lintas elemen ini menunjukkan persoalan karhutla dianggap darurat dan membutuhkan penanganan bersama.
Dipimpin Imam dan Khatib dari Kecamatan Setempat
Shalat Istisqa kali ini dipimpin Syahruddin, S.Ag., M.E. sebagai imam. Adapun H.M. Thohir, S.Pd.I., M.Pd. bertindak sebagai khatib, sementara M. Adin, S.Pd. memberikan pembimbingan tata cara pelaksanaan shalat kepada jamaah.
Dalam pelaksanaannya, jamaah memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa rahmat serta keberkahan. Diharapkan hujan mampu membantu mengatasi dampak kabut asap yang selama ini mengganggu aktivitas warga di Segedong.
Tim Mabes TNI Ikut Berikan Edukasi Pencegahan Karhutla
Pelaksanaan ibadah ini tidak berhenti pada doa bersama. Rangkaian acara dilanjutkan dengan sosialisasi pencegahan karhutla yang disampaikan oleh Tim Sosialisasi Karhutla Mabes TNI yang kebetulan hadir di lokasi.
Materi edukasi disampaikan langsung oleh Kolonel MAR Nandang. Ia mengingatkan jamaah tentang pentingnya upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan sejak dini.
Pesan tersebut dinilai krusial untuk terus digaungkan, terutama di tengah ancaman kebakaran yang masih membayangi wilayah Kecamatan Segedong dan sekitarnya. Kesadaran warga untuk tidak membakar lahan menjadi kunci utama agar musibah kabut asap tidak terulang setiap tahun.