KALIMANTAN BARAT — Pertemuan di kantor BP2RD Kota Ternate merumuskan langkah teknis. Salah satu poin krusial adalah penerapan sistem parkir berbasis digital atau e-parking di kedua pelabuhan.
Terminal Head TPK Ternate, Anwar Pae, menegaskan komitmen perusahaan sebagai BUMN dalam mendukung regulasi daerah. "Kami berkomitmen mendukung optimalisasi pajak daerah. Saat ini Pelindo terus mendorong penerapan sistem parkir berbasis digital (e-parking). Selain mempercepat alur masuk-keluar kendaraan, sistem ini menjamin transparansi data transaksi secara real-time yang dapat diakses bersama dengan BP2RD," jelasnya.
Rekonsiliasi Data Bulanan Cegah Selisih Setoran
Kedua pihak sepakat melakukan pencocokan data transaksi setiap bulan. Langkah ini untuk menghindari selisih perhitungan setoran pajak antara catatan Pelindo dan BP2RD.
Tak hanya itu, penataan kantong parkir roda dua dan roda empat juga akan dibenahi. Tujuannya agar area parkir lebih tertib, aman, dan tidak mengganggu arus lalu lintas di luar kawasan pelabuhan.
Urat Nadi Ekonomi Ternate
Kepala BP2RD Kota Ternate, Mochtar Hasim, menyambut positif inisiatif Pelindo. Menurutnya, sektor parkir pelabuhan memiliki kontribusi strategis bagi kas daerah jika dikelola secara terintegrasi dan akuntabel.
"Pelabuhan Ahmad Yani dan Bastiong adalah urat nadi transportasi dan ekonomi Ternate. Lewat sinergi bersama Pelindo, kami ingin memastikan penerimaan pajak parkir berjalan sesuai aturan, transparan, dan hasilnya dapat dikembalikan untuk pembangunan daerah," ujar Mochtar.
Melalui kerja sama ini, Pelindo Ternate dan BP2RD optimistis target penerimaan pajak daerah dapat tercapai lebih maksimal. Kawasan pelabuhan juga diharapkan menjadi lebih rapi, modern, dan nyaman bagi pengguna jasa.