Pencarian

Restrukturisasi Utang Whoosh Diklaim Berjalan Mulus, Dubes China Buka Suara

Rabu, 24 Juni 2026 • 16:30:43 WIB
Restrukturisasi Utang Whoosh Diklaim Berjalan Mulus, Dubes China Buka Suara
Dubes China Wang menyatakan restrukturisasi utang proyek kereta cepat Whoosh berjalan sesuai rencana.

KALIMANTAN BARAT — Proyek kereta cepat pertama di Asia Tenggara itu memiliki struktur pembiayaan yang unik. Wang menjelaskan, utang Whoosh bukanlah utang perdagangan langsung, melainkan dana yang dipinjamkan pemerintah China ke bank pembangunan, yang kemudian menyalurkannya sebagai pinjaman ke proyek Whoosh.

Diskusi Berjalan, Rincian Masih Tertutup

“Kami terus berkomunikasi dekat dengan orang-orang penting serta kementerian terkait. Semuanya berlangsung dengan baik,” kata Wang kepada wartawan di sela Forum Media dan Wadah Pemikir China-Indonesia 2026 di Jakarta, Rabu (24/6).

Namun, ketika ditanya apakah sudah ada kesepakatan spesifik, Wang masih enggan membeberkan detailnya. “Masih belum memungkinkan untuk menyampaikan rinciannya di tengah diskusi yang berjalan. Yang pasti, semuanya berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Pernyataan ini muncul setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada April lalu menyebut restrukturisasi utang Whoosh sudah rampung. “Sudah kelar (restrukturisasi), tinggal diumumkan,” kata Purbaya di Jakarta, Rabu (22/4). Ia juga mengaku sudah menyampaikan hasil tersebut langsung ke Menteri Keuangan China.

Danantara dan Komite Baru Ikut Urusi Whoosh

Purbaya menekankan langkah ini penting untuk menjaga hubungan bilateral jangka panjang dan kepercayaan antara kedua negara. “Kemarin saya ketemu Menteri Keuangan China. Ini berhubungan dengan hubungan jangka panjang antara Indonesia dengan China. Saya bilang ke Menteri Keuangan China sudah diputuskan, tinggal diumumkan,” ujarnya.

Sehari setelahnya, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengonfirmasi bahwa skema restrukturisasi utang Whoosh sudah memasuki tahap penyempurnaan atau fine-tuning. Danantara, sebagai pengelola investasi pemerintah, turut terlibat dalam proses ini.

Di tengah proses restrukturisasi, Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2026 pada 12 Mei 2026 yang membentuk Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ditunjuk sebagai ketua komite tersebut.

Fokus Pemerintah: Selesaikan Keuangan Dulu

AHY menegaskan prioritas pemerintah saat ini adalah menyelesaikan restrukturisasi keuangan Whoosh sebelum melangkah ke pengembangan lanjutan proyek kereta cepat ke wilayah lain. Langkah ini menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin memastikan pondasi finansial proyek flagship tersebut benar-benar sehat terlebih dulu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pengumuman resmi dari kedua pemerintah mengenai angka pasti restrukturisasi atau perubahan skema pembayaran utang Whoosh. Publik masih menunggu kepastian kapan hasil kesepakatan tersebut akan diumumkan secara resmi.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks