KALIMANTAN BARAT — PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengumumkan capaian penjualan ritel nasional untuk bulan Mei 2026. Dari total 12.531 unit yang terjual, sekitar 99 persen merupakan hasil produksi dalam negeri. Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan pabrikan terhadap industri otomotif lokal.
Gran Max dan LCGC Jadi Motor Utama Penjualan
Daihatsu masih mengandalkan dua lini produk sebagai tulang punggung penjualan. Seri Gran Max, yang mencakup varian pikap dan minibus, tetap menjadi primadona di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah. Sementara itu, segmen LCGC melalui Sigra dan Ayla terus menyumbang volume penjualan yang solid.
Kedua model ini menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia, baik untuk angkutan barang maupun penumpang. Kombinasi harga terjangkau dan biaya operasional rendah menjadi faktor utama yang mendorong permintaan.
Strategi Harga dan Layanan Purnajual
Dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Marketing Director dan Corporate Communication Director ADM, Sri Agung Handayani, menyebutkan bahwa peningkatan market share ini merupakan hasil dari konsistensi Daihatsu dalam menghadirkan produk yang relevan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pelanggan yang terus memilih Daihatsu sebagai solusi mobilitas mereka. Peningkatan market share ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan produk dan layanan yang sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia, mulai dari wilayah urban hingga rural,” ujar Sri Agung.
Daihatsu menekankan tiga pilar utama: efisiensi bahan bakar optimal, biaya kepemilikan ekonomis, dan jaringan layanan purnajual yang luas. Ditambah dengan durabilitas jangka panjang dan harga jual kembali yang stabil, strategi ini diyakini mampu mempertahankan loyalitas konsumen.
Dominasi di Segmen Mobil Rp 300 Juta ke Bawah
Tak hanya mencatat pertumbuhan penjualan, Daihatsu juga mengklaim posisi nomor satu pada segmen kendaraan dengan harga hingga Rp 300 juta. Pencapaian ini memperkuat posisi merek tersebut sebagai pilihan utama bagi masyarakat yang mencari kendaraan penumpang maupun komersial dengan value for money tinggi.
Dengan pangsa pasar 17,4 persen, Daihatsu kini berada dalam posisi kompetitif yang kuat di tengah persaingan pasar otomotif nasional. Pabrikan optimistis tren positif ini akan berlanjut sepanjang tahun 2026.