BENGKAYANG — Sebanyak 46 peserta yang terdiri dari perangkat desa dan warga Desa Bengkawan mengikuti sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan yang digelar PLN ULP Bengkayang. Materi yang disampaikan mencakup potensi bahaya listrik, pentingnya menjaga jarak aman dari jaringan, hingga penggunaan instalasi listrik yang sesuai standar.
Manager PLN UP3 Singkawang, Made Hary Palguna, menegaskan bahwa pemahaman terhadap aspek keselamatan harus terus diperkuat seiring meluasnya akses listrik di perdesaan. “PLN tidak hanya menghadirkan listrik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan masyarakat memahami cara memanfaatkan listrik secara aman dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Larang Bermain Layang-layang di Dekat Jaringan
Made mengingatkan warga untuk tidak bermain layang-layang di dekat jaringan listrik, tidak menanam pohon atau mendirikan bangunan yang berpotensi mengganggu jaringan, serta menggunakan peralatan listrik yang sesuai standar. “Keselamatan adalah prioritas utama karena tidak ada yang lebih berharga dari keselamatan jiwa manusia,” tambahnya.
Ia juga mengimbau warga yang menemukan potensi bahaya atau gangguan kelistrikan untuk segera melapor melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123. Aplikasi tersebut, kata Made, juga bisa digunakan untuk mengajukan pasang baru, tambah daya, hingga pengaduan gangguan secara transparan, sehingga masyarakat terhindar dari praktik percaloan.
Kades Bengkawan: Listrik Bantu Anak Belajar dan Usaha Warga
Kepala Desa Bengkawan, Julianus, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran listrik di desanya. Menurutnya, listrik sangat membantu kebutuhan sehari-hari, mendukung anak-anak belajar, hingga menggerakkan usaha warga. “Melalui sosialisasi ini, masyarakat jadi lebih paham cara menggunakan listrik dengan aman sehingga dapat terhindar dari bahaya,” ujar Julianus.
General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, menegaskan bahwa edukasi keselamatan ketenagalistrikan merupakan komitmen PLN dalam menghadirkan layanan yang andal, berkeadilan, dan berkelanjutan. “Setiap perluasan akses listrik harus diiringi dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap budaya keselamatan ketenagalistrikan,” jelas Maria.
Melalui sinergi antara pembangunan infrastruktur dan edukasi, PLN berharap Program Listrik Desa dapat terus menjadi penggerak peningkatan kesejahteraan sekaligus mempercepat pembangunan wilayah perdesaan di Kalimantan Barat.