KALIMANTAN BARAT — Presiden Prabowo Subianto meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026). Kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu disambut tarian kecak dan yel-yel dari siswa kelas IX.
Prabowo didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya tiba pukul 11.40 WITA. Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul sudah menunggu di lokasi.
74 Siswa dari Rumah Tangga Paling Miskin
Kepala Sekolah SRMP 17 Tabanan I Putu Jaya mengatakan seluruh siswa berasal dari keluarga kategori desil 1 dan 2—kelompok termiskin dalam Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Orang tua mereka bekerja sebagai petani dan buruh harian.
"Dilakukan ground check apa sudah betul-betul memenuhi syarat atau tidak, eh bersedia atau tidak, seperti itu. Kalau memang sudah memenuhi syarat-syarat, baru diterima di SR," ujar Putu.
Proses penjangkauan dilakukan oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di masing-masing daerah. Setelah itu, pemerintah melakukan skrining untuk memastikan calon siswa benar-benar masuk kategori tidak mampu, putus sekolah, atau berpotensi putus sekolah.
Fasilitas Digital dan Asrama untuk Kejar Ketertinggalan
SRMP 17 Tabanan berlokasi di Sentra Mahatmiya milik Kementerian Sosial. Sekolah ini menyediakan ruang kelas dengan komputer dan layar digital, perpustakaan, dapur, serta asrama.
Menteri Sosial Gus Ipul menjelaskan sekolah ini menerima siswa yang putus sekolah, belum pernah bersekolah, hingga mereka yang berpotensi putus sekolah. Para siswa akan mendapat percepatan pembelajaran untuk mengejar ketertinggalan pendidikan.
"Di sini jumlah siswa ada 74 orang," kata Gus Ipul dalam sambutannya.
Prabowo Temui Calon Siswa Baru untuk Kelas VIII
Dalam kunjungan itu, Presiden Prabowo juga bertemu dengan calon siswa SRMP 17 yang akan masuk pada kelas VIII tahun ajaran 2026/2027. Pertemuan berlangsung di dalam kompleks sekolah bersama orang tua masing-masing.
SRMP 17 Tabanan mulai beroperasi pada tahun 2025. Sekolah Rakyat merupakan program unggulan pemerintah untuk menyediakan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, lengkap dengan fasilitas tempat tinggal dan konsumsi selama masa belajar.