Pencarian

PLN Latih 19 Guru SMK se-Kalimantan Barat Konversi Motor BBM Jadi Listrik di Sintang

Rabu, 29 Juli 2026 • 15:26:01 WIB
PLN Latih 19 Guru SMK se-Kalimantan Barat Konversi Motor BBM Jadi Listrik di Sintang
PLN UID Kalimantan Barat melatih 19 guru SMK se-Kalimantan Barat dalam konversi motor BBM menjadi motor listrik di Bengkel Konversi SMK Negeri 1 Sintang.

SINTANG — Sebanyak 19 guru produktif jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan Teknik Sepeda Motor (TSM) dari berbagai SMK di Kalimantan Barat mengikuti pelatihan konversi motor BBM menjadi motor listrik. Kegiatan ini digelar PLN UID Kalimantan Barat di Bengkel Konversi SMK Negeri 1 Sintang pada 28–29 Juli 2026.

Program ini merupakan bagian dari komitmen PLN memperkuat ekosistem kendaraan listrik di daerah. Tidak hanya infrastruktur, perusahaan juga fokus pada pengembangan sumber daya manusia tenaga pendidik vokasi agar lulusan SMK memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan industri.

Dari Teori Kelistrikan hingga Praktik Langsung Konversi Motor

Selama dua hari, para guru mendapat materi perkembangan teknologi kendaraan listrik, sistem kelistrikan, komponen konversi, hingga prosedur keselamatan kerja. Mereka juga langsung mempraktikkan proses mengubah motor konvensional menjadi motor listrik.

"Pelatihan ini sangat menambah wawasan kami mengenai teknologi kendaraan listrik. Kami tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga mempraktikkan langsung proses konversi sepeda motor menjadi kendaraan listrik," ujar Muas Tendry, S.T., Guru SMK Negeri 2 Pontianak, salah satu peserta.

Ia menambahkan ilmu tersebut akan dibawa ke sekolah untuk diterapkan dalam pembelajaran kepada siswa.

SMK Negeri 1 Sintang Jadi Mitra Tiga Tahun Berturut-turut

Kepala SMK Negeri 1 Sintang, Poeryanto, M.Pd., mengapresiasi kepercayaan PLN yang kembali menggandeng sekolahnya sebagai mitra pelaksana program selama tiga tahun berturut-turut. Menurutnya, program ini memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam menyiapkan lulusan yang siap menghadapi perkembangan teknologi kendaraan listrik.

Manager PLN UP3 Sanggau, Hendy Gita Wedhatama, menjelaskan pelatihan dirancang agar para guru tidak hanya paham konsep tetapi juga memiliki kompetensi teknis yang bisa langsung diterapkan di sekolah. Ia berharap para guru mampu menjadi penggerak dan instruktur di masing-masing sekolah sehingga kompetensi dapat ditransfer kepada para siswa.

SDM Unggul Jadi Kunci Percepatan Transisi Energi

General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, menegaskan keberhasilan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga kualitas SDM yang kompeten. Melalui program TJSL, PLN memperkuat kompetensi tenaga pendidik agar mampu mencetak talenta vokasi yang adaptif dan siap kerja.

"Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan menuju Indonesia yang lebih bersih dan berdaya saing," ujar Maria.

Kolaborasi antara PLN, dunia pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya terus didorong untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Kalimantan Barat sekaligus mendukung target Net Zero Emissions (NZE).

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks