KALIMANTAN BARAT — Gempa yang berpusat di kedalaman 15 km dengan jarak 30 km dari Mbay-Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu terjadi Sabtu (15/8/2026) pukul 06.13 WITA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat rangkaian gempa susulan berkekuatan M 4,5 dan M 5,6 menyusul dalam kurun waktu 24 menit setelah gempa utama.
Getaran terasa hingga kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya. Seluruh tamu hotel di kawasan itu langsung dievakuasi ke titik aman di luar gedung, antara lain Natas Parapuar dan Lapangan RSUD Komodo. Sejumlah wisatawan yang sempat mengungsi ke Puncak Waringin dari Meurorah Hotel kini telah kembali ke akomodasi masing-masing.
Operasional Bandara dan Pelayaran Kembali Normal
Bandara Komodo tetap melayani penerbangan dengan pembatasan (with restriction) setelah melalui pemeriksaan kelaikan teknis. Aktivitas pelayaran laut dibuka kembali secara bertahap, memungkinkan pemulangan para wisatawan yang tertahan di Pulau Padar.
Kemenpar menegaskan keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana di kawasan destinasi super prioritas Floratama—mencakup Flores, Alor, Lembata, dan Bima. Imbauan disampaikan agar pelaku usaha pariwisata, wisatawan lokal maupun mancanegara, serta masyarakat tetap tenang dan memantau informasi resmi dari BMKG, BPOLBF, dan instansi berwenang.
Festival Golo Koe Dihentikan demi Prosedur Keselamatan
Seluruh rangkaian Festival Golo Koe di Manggarai Barat—misa, konser, dan pameran UMKM—resmi dihentikan. Langkah ini diambil untuk memprioritaskan keamanan dan prosedur keselamatan bersama pascagempa.
Data dampak gempa terhadap sektor pariwisata yang dirilis Kemenpar bersifat sementara. Pemerintah akan memperbarui informasi secara berkala mengikuti perkembangan di lapangan serta laporan resmi dari BMKG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, Pemerintah Daerah, dan BPOLBF.
Kawasan Floratama merupakan salah satu destinasi super prioritas yang tengah digenjot pemerintah. Labuan Bajo, sebagai gerbang utama menuju Taman Nasional Komodo, menjadi pusat perhatian dalam upaya pemulihan cepat pascabencana.