SINTANG — Gregorius menilai pendampingan aparat penegak hukum sejak awal merupakan langkah preventif agar setiap tahapan pembangunan sesuai ketentuan. Koordinasi dini juga dinilai memberi kepastian hukum bagi jajaran pemda dalam menjalankan tanggung jawabnya.
Ia menegaskan, komunikasi dengan APH jangan sampai baru dilakukan ketika persoalan sudah terlanjur muncul. Potensi kesalahan justru bisa dicegah lebih dulu jika konsultasi dibangun sejak perencanaan proyek.
“Pendapat saya, lebih baik kita berdampingan sebelum mulai, saat mulai bekerja, daripada berdampingan ketika ada masalah,” tegas Gregorius.
Kepala OPD Diminta Berani Bertanya Soal Aturan yang Diragukan
Gregorius juga meminta kepala OPD dan pejabat terkait tidak takut berkonsultasi apabila menemukan ketentuan maupun teknis pelaksanaan yang masih menimbulkan keraguan. Menurutnya, bertanya sebelum mengambil keputusan bukan bentuk keraguan, melainkan bagian dari upaya memastikan pekerjaan berjalan sesuai aturan.
“Jangan takut untuk minta pendampingan dengan APH. Lebih baik kita komunikasikan hari ini, di mana yang kira-kira meragukan, di mana yang kira-kira menyalahi. Kita komunikasikan supaya jangan terlanjur kaki sudah masuk lumpur, baru kita ingat mau cuci kaki,” pesannya.
Proyek Bukan Sekadar Bangunan Fisik, Ada Uang Rakyat di Dalamnya
Bupati menekankan bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari tuntasnya pekerjaan fisik, tetapi dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Setiap anggaran yang dikeluarkan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
“Yang kita bangun ini bukan sekadar bangunan. Ada tanggung jawab di dalamnya. Ada uang rakyat yang kita kelola, ada harapan masyarakat yang harus kita jawab. Karena itu, setiap prosesnya harus kita lakukan dengan benar,” ujarnya.
Pendampingan Hukum Jadi Bagian Penguatan Tata Kelola Pemda
Gregorius berharap pendampingan APH mampu memperkuat tata kelola pemerintahan dan mencegah kesalahan dalam pelaksanaan kegiatan. Ia mengajak seluruh jajaran membangun budaya kerja yang mengedepankan komunikasi dan koordinasi.
“Ini pesan saya untuk kita semua, supaya yang selesai hari ini betul-betul selesai di kemudian hari. Saya betul-betul merasa ini penting untuk kebersamaan kita semua,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Gregorius mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat sehingga 22 proyek fisik dapat diselesaikan dan dimanfaatkan. Ia berharap fasilitas yang dibangun mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung kesejahteraan masyarakat Sintang.
“Semoga apa yang telah kita bangun bersama dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi amal pengabdian bagi kita semua,” pungkasnya.