PONTIANAK — Gerakan gemar makan ikan dinilai tidak cukup hanya sekadar kampanye musiman. Erlina Ria Norsan, Ketua Forikan sekaligus Ketua TP PKK Kalimantan Barat, menekankan pentingnya membangun kebiasaan makan ikan sebagai bagian dari budaya keluarga di tengah tingginya konsumsi daging ayam pada anak-anak.
“Di dalam ikan itu banyak sekali kandungan yang betul-betul bermanfaat untuk pertumbuhan anak. Maka mulai saat ini, gerakan gemar makan ikan harus sering kita giatkan dan sosialisasikan serta kita jadikan budaya dalam masyarakat kita,” kata Erlina di sela acara yang menjadi bagian Gelar Kapasitas Daerah dalam rangka HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu.
Konsumsi Ikan Anak Kalah Saing dengan Daging Ayam
Menurut Erlina, pergeseran pola makan ini menjadi perhatian serius. Kandungan gizi pada ikan, seperti omega-3 dan protein, sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak, sehingga sosialisasi harus lebih masif dilakukan di sekolah dan lingkungan keluarga.
Ia menilai kegiatan Pekan Produk Kelautan dan Perikanan 2026 tidak hanya berorientasi pada pengembangan produk, tetapi juga mendorong ikan semakin dekat dengan keluarga sebagai sumber pangan sehat dan bergizi.
Hilirisasi Jadi Kunci Nilai Tambah Produk Perikanan
Kalimantan Barat memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar. Namun, Erlina mengingatkan potensi tersebut perlu diimbangi dengan pengembangan hilirisasi agar komoditas perikanan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah.
“Hilirisasi dapat meningkatkan nilai tambah produk, membuka peluang usaha, memperkuat UMKM, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, sekaligus menghadirkan produk perikanan berkualitas di meja makan keluarga,” ujarnya.
Ia mendorong sekolah, UMKM, dan organisasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam membangun budaya gemar makan ikan. Produk perikanan juga perlu diolah secara inovatif agar lebih beragam, menarik, praktis, dan sesuai dengan selera masyarakat, terutama anak-anak.
Dari Laut untuk Gizi Keluarga dan Ekonomi Pesisir
Erlina menilai penguatan ekonomi masyarakat pesisir dan hilirisasi produk perikanan harus berjalan beriringan dengan peningkatan produksi. Diperlukan ekosistem kelautan yang produktif untuk menciptakan masyarakat pesisir yang sejahtera dan generasi yang berkualitas.
“Mari kita dukung produk perikanan lokal Kalimantan Barat. Dari laut kita hadirkan sumber pangan, dari ikan kita hadirkan gizinya, dan dari hilirisasi kita tingkatkan nilai tambahnya,” tegasnya.
Pekan Produk Kelautan dan Perikanan 2026 mengangkat tema hilirisasi sektor kelautan dan perikanan menuju kemandirian pangan dan ekonomi berkelanjutan. Acara ini menghadirkan pameran, edukasi peningkatan konsumsi ikan, demo memasak, serta promosi produk olahan perikanan.
Kegiatan yang menjadi bagian dari Gelar Kapasitas Daerah ini melibatkan pemerintah, PKK, pelaku UMKM, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membuka peluang kolaborasi.