KALIMANTAN BARAT — Gempa yang terjadi pukul 04.58.24 WIB ini berpusat di koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur. BMKG memutakhirkan peringatan dini yang semula hanya mencakup NTT menjadi lebih luas setelah menganalisis mekanisme sumber gempa yang berpotensi menimbulkan deformasi dasar laut.
Kedalaman Dangkal dan Mekanisme Sesar Naik
Kedalaman hiposenter 15 kilometer menunjukkan gempa ini termasuk kategori dangkal. Parameter ini menjadi salah satu faktor krusial yang membuat BMKG menaikkan level kewaspadaan hingga ke wilayah pesisir Sulawesi.
Masyarakat di pesisir empat provinsi diminta segera menjauhi pantai dan menuju tempat yang lebih tinggi. Instruksi evakuasi berlaku hingga peringatan dini resmi dicabut oleh BMKG.
Wilayah Pesisir yang Wajib Waspada
Daerah yang masuk dalam daftar potensi terdampak tsunami bukan hanya pesisir utara NTT, tetapi juga mencakup pantai selatan Sulawesi Selatan dan sebagian pesisir Sulawesi Tenggara. BMKG terus memantau perkembangan muka air laut di sekitar episentrum untuk menentukan apakah tsunami telah terjadi.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan cukup kuat di sejumlah kabupaten di Pulau Flores dan sekitarnya. Durasi guncangan yang lama pada pagi hari membuat warga berhamburan keluar rumah.
Imbauan Evakuasi dan Antisipasi Gempa Susulan
Kepala BMKG melalui rilis resmi mengimbau warga di wilayah terdampak untuk tidak menunggu konfirmasi visual gelombang. "Evakuasi harus dilakukan segera karena kecepatan rambat gelombang tsunami bisa lebih cepat dari proses verifikasi lapangan," demikian pernyataan resmi BMKG yang dikutip dari keterangan tertulisnya.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak kembali ke kawasan pantai sebelum status peringatan dinyatakan berakhir. Gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil masih berpeluang terjadi dan dapat memicu kepanikan di titik-titik pengungsian.
BMKG memastikan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah setempat telah berjalan untuk mempercepat proses evakuasi dan pendataan dampak di lapangan.