Pencarian

Windows 11 Kena Celah Keamanan Zero-Day Baru, Langsung Diblokir Microsoft Defender

Jumat, 14 Agustus 2026 • 02:40:01 WIB
Windows 11 Kena Celah Keamanan Zero-Day Baru, Langsung Diblokir Microsoft Defender
Microsoft mendeteksi dan memblokir eksploit zero-day ShieldBreak pada Windows 11 setelah pembaruan keamanan terbaru.

KALIMANTAN BARAT — Nightmare Eclipse, peretas yang kerap memburu celah keamanan Microsoft, kembali meluncurkan senjata barunya. Kali ini bernama ShieldBreak, sebuah eksploit zero-day privilege escalation yang dirancang untuk memberi penyerang hak akses SYSTEM—lebih tinggi dari Administrator—hanya dengan menjalankan kode sebagai pengguna biasa.

Eksploit ini disebut sebagai kelanjutan dari kerentanan RoguePlanet yang sebelumnya dilaporkan berada di subsistem Windows Defender. Penulisnya mengklaim Microsoft gagal menambal RoguePlanet dengan benar, sehingga ShieldBreak dibuat untuk melewati perlindungan terbaru yang sempat ditambahkan.

Versi Windows yang Terdampak dan Status Patch

Menurut klaim penulis, kerentanan ini ada di versi terbaru Windows 11, Windows Server 2025, dan Windows 10. Namun, proof-of-concept yang dibagikan hanya terbatas untuk dua sistem operasi pertama.

Kabar baiknya, Microsoft tampaknya sudah bergerak cepat. Pengujian informal di lingkungan virtual Windows 11 yang diperbarui ke versi 10.0.26200.9168 tidak menghasilkan apa-apa—eksploit gagal dijalankan. Selisih waktu antara dua pengujian hanya 20 menit, dan pada pengujian kedua, Windows Defender sudah mendeteksi ShieldBreak sebagai ancaman.

Teori yang berkembang: patch besar yang dirilis Microsoft pada Selasa pekan lalu kemungkinan besar sudah menutup lubang yang dipakai ShieldBreak. Tangkapan layar di repositori eksploit menunjukkan ShieldBreak berhasil bekerja di versi 10.0.26100.33296, yang memperkuat dugaan bahwa versi terbaru sudah aman.

Riset Mandiri Tetap Disarankan

Kendati begitu, satu sampel uji tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa bug ini benar-benar beres. Peneliti keamanan seperti Kevin Beaumont dan Will Dormann mengaku berhasil mereproduksi eksploit ini di lingkungan mereka. Artinya, celah tersebut nyata dan berfungsi sebelum patch terbaru dipasang.

Pengguna disarankan melakukan pengujian sendiri sebelum berasumsi bahwa sistem mereka kebal. Perlu diingat, tidak semua pengguna langsung memperbarui perangkatnya begitu patch tersedia. Perusahaan besar juga kerap menahan diri dari update cepat sampai memastikan patch tersebut tidak membawa masalah baru.

Siapa Nightmare Eclipse?

Sedikit yang diketahui tentang Nightmare Eclipse, selain fakta bahwa ia sangat membenci Microsoft dan mengaku perusahaan itu telah menghancurkan hidupnya. Sejumlah pakar keamanan siber, termasuk Brian Krebs dan Kevin Beaumont, berspekulasi bahwa Eclipse adalah mantan karyawan Microsoft yang kecewa.

Bagi pengguna Windows di Indonesia, langkah paling aman adalah memastikan Windows Update berjalan otomatis dan selalu memasang patch keamanan terbaru. Celah privilege escalation seperti ini biasanya menjadi incaran malware dan ransomware karena memberi akses penuh ke sistem tanpa perlu autentikasi tingkat tinggi.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomshardware.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks