Pencarian

Laba Indo Tambangraya Megah Sentuh US$110 Juta di Semester I 2026, Volume Ekspor Batu Bara Naik 5 Persen

Kamis, 13 Agustus 2026 • 13:35:31 WIB
Laba Indo Tambangraya Megah Sentuh US$110 Juta di Semester I 2026, Volume Ekspor Batu Bara Naik 5 Persen
Suasana aktivitas bongkar muat batu bara di pelabuhan milik PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) di Kalimantan Barat, Senin (10/8/2026).

KALIMANTAN BARAT — PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan pendapatan US$1 miliar sepanjang Januari–Juni 2026, meningkat dari US$919 juta pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini utamanya berasal dari volume penjualan yang mencapai 12,3 juta ton, naik 5 persen dibandingkan 11,7 juta ton pada 6M25.

Harga jual rata-rata (average selling price/ASP) batu bara perseroan juga ikut menguat 4 persen secara tahunan, dari US$78 per ton menjadi US$81 per ton. Penguatan ini sejalan dengan tren harga acuan batu bara global yang membaik sepanjang tahun berjalan.

Produksi Kuartal II Melonjak 13 Persen

Di sisi produksi, ITMG mencatatkan akselerasi signifikan pada kuartal II 2026. Produksi batu bara mencapai 5,3 juta ton, tumbuh 13 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Namun, total produksi semester I 2026 masih tercatat 9,9 juta ton, sedikit lebih rendah dari 10,4 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.

Direksi ITMG menyebut pertumbuhan penjualan dan ASP menjadi motor utama pendapatan perseroan. Meski begitu, beban pokok pendapatan ikut naik 7 persen akibat meningkatnya biaya penambangan dan pengangkutan. Nisbah kupas yang lebih tinggi serta lonjakan harga bahan bakar karena kenaikan harga minyak dunia menjadi pemicu utama.

Beban Operasional Naik, Royalti ke Negara Tembus US$111 Juta

Beban penjualan perseroan naik dari US$81 juta menjadi US$88 juta, seiring bertambahnya volume penjualan. Sementara beban umum dan administrasi tercatat US$26 juta. Total beban operasional ITMG mencapai US$114 juta pada semester I 2026.

Di tengah kenaikan biaya, ITMG masih mencatatkan pendapatan keuangan US$18 juta, meski turun dari US$21 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Beban keuangan justru turun 32 persen menjadi US$4 juta. Perseroan juga membukukan pendapatan lainnya bersih US$2 juta, berbalik dari beban lainnya US$3 juta pada 6M25.

Kontribusi kepada negara juga meningkat. Royalti yang dibayarkan ITMG kepada pemerintah naik 7 persen secara tahunan menjadi US$111 juta, seiring pertumbuhan volume penjualan. Beban pajak penghasilan juga naik menjadi US$49 juta dari sebelumnya US$43 juta. Setelah memperhitungkan seluruh komponen, laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat US$106 juta.

Penguatan ESG dan Pengakuan Global

Selain kinerja keuangan, ITMG menyoroti penguatan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) sepanjang periode berjalan. Perseroan mengklaim telah menjalankan berbagai inisiatif untuk meningkatkan praktik ESG dan masuk dalam jajaran produsen batu bara dengan kinerja ESG terbaik secara global.

Laporan keuangan konsolidasian ITMG untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026 telah disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Agustus 2026. Laporan tersebut direviu oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan, bagian dari jaringan global PricewaterhouseCoopers (PwC).

Dengan volume penjualan yang tetap tumbuh dan harga jual yang stabil, ITMG menunjukkan resiliensi di tengah dinamika industri batu bara. Perusahaan tetap menjadi salah satu pemain kunci yang berkontribusi pada penerimaan negara melalui royalti dan pajak.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tambang.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks