KALIMANTAN BARAT — Kaspersky menemukan sejumlah situs palsu yang mencatut iPhone Duo dengan iming-iming diskon 25% dan layanan cek stok untuk mencuri data pribadi calon pembeli. Penipuan ini muncul di berbagai negara, memanfaatkan momentum preorder iPhone Duo di Indonesia yang dibuka sejak 23 Oktober 2026. Konsumen diminta mewaspadai penawaran tidak resmi menjelang penjualan perdana 30 Oktober 2026.
Tim peneliti keamanan Kaspersky mengidentifikasi tiga modus utama penipuan yang mencatut perangkat lipat pertama Apple tersebut. Pelaku membangun halaman tiruan yang menyerupai situs resmi Apple, lengkap dengan elemen visual dan alur pemesanan yang dibuat semirip mungkin.
Serangan ini menyasar kelompok pembeli yang memang sudah menyiapkan anggaran besar. Harga resmi iPhone Duo di Indonesia mulai Rp 45.678.910 untuk varian 256GB hingga Rp 75.999.000 untuk kapasitas 2TB.
Diskon Palsu 25% dan Hitung Mundur 30 Menit
Modus pertama berupa situs berbahasa Inggris yang menawarkan potongan harga 25% untuk iPhone Duo. Halaman tersebut dilengkapi penghitung waktu mundur selama 30 menit untuk menciptakan kesan penawaran segera berakhir.
Yang menarik, situs itu tidak langsung meminta nomor kartu kredit. Pengunjung diminta mengisi nama, kontak, dan alamat pengiriman terlebih dahulu.
Setelah data terisi, situs mengklaim seorang manajer akan menghubungi pembeli untuk mengatur pengiriman dan pembayaran. Pola ini membuka ruang penipuan lanjutan yang berpotensi menimbulkan kerugian finansial.
Situs Multibahasa yang Mengaku Terhubung ke Apple
Kaspersky juga menemukan halaman pemesanan multibahasa yang memungkinkan pengunjung memilih bahasa dan mata uang transaksi. Situs ini menampilkan berbagai fitur iPhone Duo untuk meyakinkan calon korban.
Pelaku bahkan mengklaim pengguna akan diarahkan ke situs resmi Apple untuk menyelesaikan transaksi. Klaim tersebut tidak benar dan hanya berfungsi sebagai penguat kepercayaan.
Cek Stok Palsu yang Meminta Nomor WhatsApp
Modus ketiga ditemukan pada situs berbahasa Portugis. Penipu meminta calon pembeli memasukkan nomor WhatsApp dan alamat email dengan alasan memeriksa ketersediaan iPhone Duo.
Data kontak itu berpotensi dipakai untuk melanjutkan komunikasi pribadi dan melancarkan serangan rekayasa sosial atau social engineering. Pemindahan komunikasi ke saluran pribadi membuat korban kehilangan kesempatan memverifikasi keaslian penjual.
Mengapa Pembeli Perangkat Premium Jadi Target
Senior Web Content Analyst Kaspersky, Olga Altukhova, menyebut peluncuran perangkat flagship menjadi momentum yang rutin dimanfaatkan penjahat siber.
"Para penipu bergerak cepat saat perangkat unggulan diluncurkan ke pasar, karena sensasi yang muncul menciptakan urgensi, dan urgensi tersebut menurunkan kewaspadaan," ujar Olga dalam keterangan resmi, Rabu (28/10/2026).
Menurut Olga, situs penipuan dirancang agar terlihat meyakinkan. Setelah menarik perhatian, pelaku berusaha memindahkan komunikasi ke saluran pribadi sebelum korban sempat melakukan verifikasi.
"Bagi pelaku penipuan, pembeli perangkat unggulan adalah target yang sangat menguntungkan. Mereka adalah orang yang memang sudah bersedia mengeluarkan banyak uang, sehingga lebih mungkin untuk membagikan data pribadi atau informasi pembayaran," jelasnya.
Status iPhone Duo di Indonesia
Di Indonesia, iPhone Duo sudah membuka masa preorder sejak 23 Oktober 2026 dan dijadwalkan mulai dijual pada 30 Oktober 2026. Rentang waktu preorder menjadi jendela yang rawan dimanfaatkan pelaku penipuan.
Kaspersky belum memastikan apakah modus serupa sudah menyasar konsumen Indonesia. Meski begitu, harga premium perangkat ini membuat calon pembeli perlu lebih hati-hati terhadap tawaran diskon besar dari situs yang tidak dikenal.
Langkah Pencegahan yang Direkomendasikan Kaspersky
- Beli melalui Apple atau distributor dan penjual resmi yang tepercaya.
- Periksa alamat situs, ejaan nama perusahaan, dan domain sebelum memasukkan data pribadi atau melakukan pembayaran.
- Waspadai penawaran dengan harga jauh lebih murah, terutama jika disertai penghitung waktu mundur yang memaksa transaksi cepat.
- Pertimbangkan penggunaan kartu virtual atau metode pembayaran yang membatasi paparan informasi rekening dan kartu utama.
- Aktifkan autentikasi dua faktor pada akun penting, termasuk aplikasi keuangan, dan periksa riwayat transaksi secara berkala.
- Gunakan solusi keamanan dengan fitur perlindungan terhadap situs phishing.
Bagi pelaku bisnis digital, temuan ini menegaskan pentingnya edukasi konsumen soal kanal pembelian resmi. Bagi investor dan pelaku e-commerce, gelombang penipuan menjelang peluncuran produk premium kerap menjadi ujian kepercayaan pasar terhadap ekosistem transaksi daring.