KUBU RAYA — Tim PKM-KI IAIN Pontianak terdiri atas Dr. Luqman Hakim, S.H.I., M.S.I., dosen Pascasarjana sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), bersama tiga mahasiswa: Wendi Hadi Setyadi, Muhammad Irawan, dan Irham Asfy Putra. Program ini menyasar pengembangan Desa Sungai Kakap sebagai destinasi wisata unggulan di Kalimantan Barat lewat pemanfaatan teknologi digital.
Informasi wisatawan diintegrasikan dalam satu akses digital memakai platform Linktree. Isinya mencakup tempat kuliner, rumah makan, rumah ibadah, objek wisata, toko ritel modern, sampai anjungan tunai mandiri (ATM).
Bagaimana Smart Tourism Map Bekerja
Wisatawan cukup memindai satu QR Code, lalu memilih lokasi yang ingin dituju. Menu makanan dan harga di rumah makan bisa dilihat bila sudah tercantum dalam sistem. Pengunjung pun tak perlu mencari informasi tiap lokasi secara terpisah.
Ketua tim PKM, Dr. Luqman Hakim, menyebut program berangkat dari gagasan mahasiswa yang ingin menghadirkan solusi digital sederhana dan mudah dipakai. "Program ini sebenarnya simpel, tetapi manfaatnya sangat besar. Dengan adanya QR Code ini, informasi wisata di Desa Sungai Kakap menjadi lebih terintegrasi. Masyarakat dan wisatawan dapat lebih mudah menemukan tempat yang mereka butuhkan," jelas Luqman.
Menurutnya, digitalisasi sektor wisata tak selalu harus dimulai dari teknologi rumit dan berbiaya besar. Platform digital yang mudah diakses bisa jadi langkah awal membangun sistem informasi wisata terintegrasi.
Respons Kades dan Pokdarwis Sungai Kakap
Kepala Desa Sungai Kakap, Syarif Said Ibrahim Alkadrie, menyambut baik inovasi tersebut. Pemanfaatan teknologi digital dinilai sejalan dengan upaya memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat lebih luas. Integrasi informasi usaha lokal juga berpotensi memperluas jangkauan promosi pelaku usaha di desa itu.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sungai Kakap, Busrah, yang akrab disapa Bang Boy, menilai peta digital itu memberi manfaat langsung bagi warga dan pengunjung. "Ini baru mantap ni, semua terintegrasi di QR Code ini. Orang-orang bisa scan dan langsung dapat melihat mana-mana rumah makan, apa menunya, masjid di mana, ATM dan lain-lain. Sangat bermanfaat," ujar Busrah.
Kemudahan mengakses informasi lewat satu pintu disebutnya menjadi nilai tambah pengembangan wisata desa. Wisatawan bisa mengetahui lokasi yang dibutuhkan lebih praktis, sehingga pengalaman berkunjung ke Sungai Kakap diharapkan semakin nyaman.
Apresiasi Camat dan Catatan Keberlanjutan
Camat Sungai Kakap, Junaidi, S.Sos., turut mengapresiasi program pengabdian masyarakat itu. Menurutnya, kegiatan tersebut relevan dengan kebutuhan pengembangan wisata di wilayah Sungai Kakap. Koordinasi tim PKM dengan pemerintah desa dan Pokdarwis dinilai sudah tepat agar program sesuai kebutuhan masyarakat.
"Saya sangat mendukung kegiatan PKM dari IAIN Pontianak. Kegiatan yang dilakukan sangat tepat, dan mereka berkoordinasi dengan perangkat desa serta Pokdarwis, itu sudah tepat. Walaupun saya tidak bisa mendampingi kegiatan ini, saya sangat mengapresiasi kerja-kerja yang bermanfaat bagi masyarakat seperti ini. Mantap sekali programnya," ujar Junaidi.
Dukungan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan Pokdarwis menjadi modal bagi keberlanjutan inovasi. Namun pembaruan data secara berkala tetap diperlukan agar informasi yang tersedia akurat, relevan, dan sesuai kebutuhan wisatawan.