Pencarian

10 Negara Paling Jarang Dikunjungi Wisatawan, Ada Nauru hingga Niue

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 13:35:31 WIB
10 Negara Paling Jarang Dikunjungi Wisatawan, Ada Nauru hingga Niue
Nauru tercatat sebagai negara dengan kunjungan wisatawan paling sedikit, sekitar 200 kunjungan sepanjang 2019.

KALIMANTAN BARAT — Sejumlah negara di dunia mencatat kunjungan wisatawan sangat rendah, mulai dari Nauru di Pasifik hingga Guinea Ekuatorial di Afrika. Data Young Pioneer Tours menyebut Nauru hanya menerima sekitar 200 kunjungan pada 2019, sementara Niue dan Sao Tome dan Principe masing-masing sekitar 8.000 wisatawan per tahun. Destinasi-destinasi ini menawarkan pengalaman berbeda bagi pelancong yang ingin keluar dari jalur wisata umum.

Nauru memimpin daftar sebagai negara dengan kunjungan wisatawan paling sedikit, yakni sekitar 200 kunjungan sepanjang 2019. Negara kepulauan kecil di Samudra Pasifik itu juga masuk jajaran negara terkecil di dunia berdasarkan luas wilayah. Daya tariknya justru datang dari skala yang mungil: wisatawan bisa mengelilingi pulau dalam waktu singkat.

Anibare Bay menjadi salah satu kawasan pantai yang bisa dinikmati. Peninggalan Perang Dunia II juga tersebar di beberapa titik pulau. Akses menuju Nauru mengandalkan penerbangan regional, sehingga perjalanan ke sana butuh perencanaan lebih matang dibanding destinasi biasa.

Tuvalu dan Kiribati: Pesona Pasifik yang Terpencil

Tuvalu menerima sekitar 2.000 wisatawan dalam setahun. Lokasinya yang terpencil dan akses terbatas membuat negara ini jarang masuk radar pelancong. Funafuti menjadi pintu masuk utama, dengan aktivitas seperti island hopping dan menikmati suasana pulau yang tenang.

Salah satu pengalaman khas di Tuvalu adalah berkendara di landasan bandara saat tidak digunakan untuk penerbangan. Di Kiribati, wisatawan disuguhi gugusan pulau kecil dan atol dengan keindahan laut yang menjadi magnet bagi pencinta destinasi tropis. Island hopping dan melihat peninggalan Perang Dunia II termasuk kegiatan yang bisa dilakukan.

Kiribati juga menghadapi ancaman serius dari kenaikan permukaan laut akibat perubahan iklim. Isu lingkungan ini menjadi konteks penting bagi siapa pun yang ingin memahami kondisi kepulauan Pasifik saat ini.

Somalia dan Sudan Selatan: Keamanan Jadi Pertimbangan Utama

Somalia termasuk negara dengan kunjungan wisatawan sangat rendah. Kondisi keamanan menjadi faktor utama yang membuat negara ini jarang masuk rencana perjalanan. Somaliland kerap menjadi perhatian wisatawan, dengan Hargeisa menawarkan pengalaman budaya berbeda serta lanskap yang menarik bagi pelancong yang mencari destinasi di luar jalur umum.

Sudan Selatan menyandang status negara termuda di dunia setelah merdeka pada 2011. Lanskap alamnya luas dan keragaman budayanya menarik untuk dipelajari. Jumlah wisatawan yang rendah bukan berarti negara ini tanpa daya tarik. Kondisi keamanan tetap menuntut persiapan matang dan pemeriksaan advis perjalanan sebelum berkunjung.

Guinea Ekuatorial dan Libya: Sejarah Afrika yang Sepi Pelancong

Guinea Ekuatorial hanya menerima sekitar 5.700 wisatawan, menjadikannya salah satu destinasi paling sepi di Afrika. Malabo, ibu kotanya, memiliki bangunan berarsitektur kolonial yang menarik. Kawasan alamnya menjadi habitat gorila, simpanse, dan gajah hutan.

Libya mungkin bukan nama pertama yang terlintas saat membicarakan wisata Afrika. Padahal negara ini menyimpan peninggalan peradaban Yunani dan Romawi serta bentang Gurun Sahara yang luas. Kondisi keamanan dan situasi politik membuat jumlah wisatawan sangat terbatas. Wisatawan yang ingin berkunjung perlu memantau informasi keamanan dan ketentuan perjalanan terbaru.

Kepulauan Marshall, Niue, dan Sao Tome dan Principe

Kepulauan Marshall terdiri atas banyak pulau dan atol di kawasan Pasifik. Kehidupan masyarakat lokal berjalan dengan ritme lebih santai. Majuro menjadi titik jelajah utama, dengan kuliner lokal, penyelaman, hingga kunjungan ke Bikini Atoll yang menyimpan sejarah Perang Dunia II dan pengujian nuklir. Akses ke negara ini tersedia melalui beberapa jalur penerbangan regional.

Niue, pulau kecil di Pasifik Selatan, mencatat sekitar 8.000 kunjungan per tahun. Pemandangan laut dan alam tropisnya menjadi daya tarik utama. Menyelam, memancing, menjelajahi gua, berperahu, hingga menikmati pantai termasuk aktivitas yang bisa dilakukan. Penerbangan menuju Niue umumnya tersedia dari Auckland, Selandia Baru.

Sao Tome dan Principe terletak di lepas pantai barat Afrika dengan suasana tropis yang relatif tenang. Berdasarkan data 2019, negara kepulauan ini menerima sekitar 8.000 wisatawan dalam setahun. Pantai, laut, dan kehidupan pulau yang jauh dari keramaian menjadi pilihan bagi pelancong yang ingin suasana berbeda.

Tips Merencanakan Kunjungan

  • Periksa advis perjalanan resmi, terutama untuk Somalia, Sudan Selatan, dan Libya, karena kondisi keamanan menjadi pertimbangan utama.
  • Untuk negara kepulauan Pasifik seperti Nauru, Tuvalu, Kiribati, dan Niue, pesan penerbangan jauh hari karena aksesnya terbatas dan jadwalnya tidak sesering rute populer.
  • Siapkan rencana perjalanan yang fleksibel, mengingat frekuensi penerbangan regional bisa berubah.
  • Konfirmasi informasi terkini soal visa, akomodasi, dan transportasi lokal melalui kedutaan atau dinas pariwisata setempat sebelum berangkat.

Mengunjungi negara-negara dengan kunjungan wisatawan rendah menuntut persiapan lebih detail, terutama soal akses dan keamanan. Sebagai gantinya, pelancong mendapat pengalaman yang jauh dari keramaian dan kesempatan melihat kehidupan lokal yang jarang tersentuh arus wisata massal.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks